Promoting Religious Moderation through Multicultural Problem-Based Learning: A Study in Elementary Education
(1) Universitas Pendidikan Indonesia Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
(2) Department of Social Science Education, Faculty of Social Sciences Education, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
(3) Early Childhood Teacher Education Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
(4) Early Childhood Teacher Education Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
(5) Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Department, Faculty of Education and Teaching, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
(*) Corresponding Author
Abstract
Abstract
Indonesia is a country with immense diversity in religion, culture, and ethnicity. This diversity serves as both a wealth and a challenge in building a harmonious and tolerant society. In social reality, unmanaged differences could lead to prejudice, discrimination, and even intergroup conflict. The objectives of this study were to examine the effectiveness of multicultural problem-based learning, to identify teachers' perceptions, and to assess the contribution of this approach in fostering a tolerant, inclusive, and diversity-appreciating character in line with religious moderation values in primary education. The research employed a mixed-methods approach, presenting qualitative data gathered from interviews and quantitative data collected through a Google Form questionnaire distributed to elementary school (SD) and Islamic elementary school (MI) teachers in Kuningan Regency, West Java, Indonesia. The findings demonstrated that multicultural problem-based learning was viewed very positively by SD and MI teachers, as it effectively familiarised students with the values of diversity, tolerance, and inclusiveness while strengthening their character and 21st-century skills. This approach was deliberately strategic in promoting religious moderation, attitudes, and building a peaceful and inclusive educational ecosystem.
Keywords: multicultural education, problem-based learning, religious moderation attitude.
Abstrak
Indonesia adalah negara dengan keragaman agama, budaya, dan suku yang sangat besar. Keragaman ini berfungsi sebagai kekayaan sekaligus tantangan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran. Dalam realitas sosial, perbedaan yang tidak terkelola dapat menyebabkan prasangka, diskriminasi, dan bahkan konflik antarkelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas pembelajaran berbasis masalah multikultural, mengidentifikasi persepsi guru, dan mengkaji kontribusi pendekatan ini dalam menumbuhkan karakter yang toleran, inklusif, dan menghargai keragaman yang sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama di pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menyajikan data kualitatif yang dikumpulkan dari wawancara dan data kuantitatif yang dikumpulkan melalui kuesioner Google Form yang disebarkan kepada guru sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah multikultural dipandang sangat positif oleh guru SD dan MI, karena secara efektif membiasakan siswa dengan nilai-nilai keragaman, toleransi, dan inklusivitas sekaligus memperkuat karakter dan keterampilan abad ke-21 siswa. Pendekatan ini sengaja dibuat strategis dalam mempromosikan moderasi beragama, sikap, dan membangun ekosistem pendidikan yang damai dan inklusif.
Kata kunci: pendidikan multikultural, pembelajaran berbasis masalah, sikap moderasi beragama.Full Text:
PDFReferences
Abacioglu, C. S., Volman, M., & Fischer, A. H. (2020). Teachers’ multicultural attitudes and perspective taking abilities as factors in culturally responsive teaching. British journal of educational psychology, 90(3), 736-752. DOI:10.1111/bjep.12328736
Atmaja, T. S. (2024). Implementasi pendidikan multikultural di sekolah dasar untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik. Jurnal Basicedu, 8(3), 1906-1915. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i3.7664
Azra, A. (2018). Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Jakarta: Mizan.
Badan Pusat Statistik. (2023). Hasil Sensus Penduduk 2020. [Online]. Diakses dari http://www.bps.go.id.
Banks, J. A. (2006). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching. Boston: Pearson Education.
Banks, J. A. (2019). An introduction to multicultural education (6th ed.). Pearson/Allyn & Bacon
Barrows, H. S. (1986). A taxonomy of problem‐based learning methods. Medical education, 20(6), 481-486. https://doi.org/10.1111/j.1365-2923.1986.tb01386.x
Creswell, J. W. (2010). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2011). Designing and conducting mixed methods research (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Detiknews. (2021). 7 Fakta Aksi Intoleran Perusakan Makam di Solo yang Bikin Gibran Geram" selengkapnya https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5616554/7-fakta-aksi-intoleran-perusakan-makam-di-solo-yang-bikin-gibran-geram.
Ghani, A.S.A., Rahim, A.F.A., Yusoff, M.S.B. et al. Effective Learning Behavior in Problem-Based Learning: a Scoping Review. Med.Sci.Educ. 31, 1199–1211 (2021). https://doi.org/10.1007/s40670-021-01292-0
Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn?. Educational psychology review, 16(3), 235-266. https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3
Huda, M. M. & Maftuh, B. (2023). Urgensi Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Pencegahan Konflik Sosial Sejak Dini. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(2), DOI: 10.31949/jee.v6i2.5576
Huda, N., & Islamiyah, W. (2021). Nilai-Nilai Kesetaraan Ras dalam Al-Qur’an (Kajian Atas Tafsir Al-Misbah). Jurnal Islam Nusantara, 5(2), 116-124. DOI: 10.33852/jurnalin.v5i2.344
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1999). Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning. Boston: Allyn & Bacon.
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat.
Lonergan, R., Cumming, T. M., & O'Neill, S. C. (2022). Exploring the efficacy of problem-based learning in diverse secondary school classrooms: Characteristics and goals of problem-based learning. International Journal of Educational Research, 112, 101945. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2022.101945
Maftuh, B. (2023, August). Multicultural Education in Schools: An Effort to Strengthen Student’s Multicultural Competence. In 4th Annual Civic Education Conference (ACEC 2022) (pp. 854-862). Atlantis Press.
Nieto, S. (2010). The Light in Their Eyes: Creating Multicultural Learning Communities. Teachers College Press.
Qondias, D., Lasmawan, W., Dantes, N., & Arnyana, I. B. P. (2022). Effectiveness of Multicultural Problem-Based Learning Models in Improving Social Attitudes and Critical Thinking Skills of Elementary School Students in Thematic Instruction. Journal of Education and E-learning Research, 9(2), 62-70. DOI: 10.20448/jeelr.v9i2.3812
Ramadhani, S. P., Marini, A., & Maksum, A. (2021). Implementasi Pendidikan Multikultural dilihat dari Perspektif Guru, Kepala Sekolah dan Kegiatan Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(1), 140–150. DOI: 10.31004/basicedu.v5i1.618
Sambi, S., Wilodati, & Komariah, S. (2020). Urgensi pengajaran pendidikan multikultural menggunakan problem based learning. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 2(2), 125–134. https://doi.org/10.52483/ijsed.v2i2.31
Saqjuddin, dkk. (2025). Pengaruh Integrasi Nilai Multikultural dalam Materi IPS terhadap Sikap Kebhinekaan Siswa Sekolah Dasar. Arus Jurnal Pendidikan. DOI: https://doi.org/10.57250/ajup.v5i1.1143
Sari, D. (2020). Persepsi Guru Terhadap Integrasi Nilai Multikultural dalam Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Multikultural, 4(1), 35–46.
Savery, J. R. (2006). Overview of problem-based learning: Definitions and distinctions. Interdisciplinary Journal of Problem-based Learning, 1(1), 9–20. https://doi.org/10.7771/1541-5015.1002
Setara Institute. (2022). kondisi kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB). [Online]. Diakses dari http:// setara-institute.org
Suprijono, A. (2013). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suyono, et al. (2025). Critical Thinking And 21st-Century Skills: Evaluating The Effectiveness Of Problem-Based Learning Models In Multicultural Classrooms. International Journal of Educational Research Excellence (IJERE). DOI: https://doi.org/10.55299/ijere.v4i2.1478
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.
Wardani, I. K., Nugroho, A. C., Sumardjoko, B., & Ati, E. F. (2024).
Implementasi Pendidikan Multikultural dan Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(2), 2617–2626. depdi
Yuliana & Rahman, A. (2021). Problem-Based Learning Berbasis Multikultural dalam Meningkatkan Toleransi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 275–290. DOI: https://doi.org/10.31949/educatio.v9i1.4064
DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.21890
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Indexed by:
Editorial Office:
FITK Building, 5th Floor, Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Perjuangan Street of Sunyaragi, Cirebon City, West Java, Indonesia 45132. Phone. 0231-481264, Fax. 0231-489926, Email: alibtida@syekhnurjati.ac.id
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















