PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAME TURNAMEN) DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri I Waled)

etty ratnawati(1*), yenie marvina(2),


(1) 
(2) 
(*) Corresponding Author

Abstract



Pembelajaran matematika masih dianggap sulit oleh sebagian siswa, sehingga masih banyak siswa yang masih
kurang memahami konsep dengan benar. Di samping itu, dalam proses mengajar strategi yang digunakan guru
dalam pembelajaran matematika mayoritas masih menggunakan metode konvensional sehingga membuat siswa
merasa jenuh dan kurang semangat. Hal ini dapat mengakibatkan hasil belajar matematika siswa kurang
maksimal. Oleh karena itu, perlu digunakan strategi yang dapat memotivasi siswa, dan membangkitkan
semangat siswa, serta membuat siswa menjadi aktif dan kreatif yaitu dengan pembelajaran kooperatif tipe TGT
(Team Game Turnamen).
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hasil belajar matematika siswa dengan
menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Game Turnamen) dan memperbaharui serta
meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Game Turnamen)
adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
yang beranggotakan 4 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang
berbeda. Kelompok yang mencapai skor atau kriteria tertinggi yang telah ditentukan bersama-sama akan
mendapatkan suatu penghargaan (reward). Pembelajaran konvensional dalam hal ini pembelajaran ekspositori
adalah pembelajaran yang berpusat pada guru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas VII SMP Negeri I Waled tahun ajaran 2011-2012 yang berjumlah 316 siswa. Pengambilan
sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan perorangan atau peneliti. Di samping itu, penulis mengikuti
beberapa saran dan pertimbangan yang diberikan oleh guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri I
Waled. Selain itu pengambilan sampel juga dilakukan berdasarkan bahwa kelas tersebut mempunyai
kemampuan dan prestasi yang berbeda. Uji yang digunakan adalah uji normalitas, homogenitas, uji dua sampel
saling bebas (Independen Samples Test).
Hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar matematika
siswa kelas kontrol. Nilai rata-rata posttest yang diperoleh kelas eksperimen yaitu 80, 45 sedangkan kelas
kontrol yaitu 74,53. Berdasarkan perhitungan uji t dengan menggunakan program SPSS 18 didapat thitung =
2,579; df = 78 dengan ttabel = 1,665. Oleh karena itu, t hitung > ttabel (2,579 > 1,665) dan nilai sig. 0,012 <
0,05, maka H0 ditolak, sehingga Ha diterima artinya terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika siswa
kelas eksperimen dengan kelas kontrol.

Kata Kunci : TGT, Pembelajaran Konvensional

 


Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, M. 2000. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Alma, Buchari dkk. 2009. Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar.

Bandung: Alfabeta.

Aqib, Zainal dkk. 2007. Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah.

Bandung: Yrama Widya.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka

Cipta.

Cunayah, Cucun. 2005. Ringkasan Dan Bank Soal Matematika Untuk SMP/MTs. Bandung:

Yrama Widya

Haryati, Mimin. 2008. Model dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan.

Jakarta: Gaung Persada Pres.

Isjoni. 2009. Cooperative Learning. Bandung: Alfabeta.

Jihad, Asep dan Haris, Abdul. 2010. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.

Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profesional (Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan

Menyenangkan). Bandung: Remaja Rosdakarya

Priyatno, Duwi. 2009. SPSS untuk Analisis Korelasi, Regresi, dan Multivariate. Yogyakarta:

Gaya Media.

Riduwan. 2003. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sabri, Ahmad. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Ciputat: Quantum Teaching.

Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Suherman, Erman. 2003. Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI

Supriyono, Agus. 2009. Cooperative Learning: Teori, dan Aplikasi PAKEM. Yogyakarta:

Pustaka Belajar.

Slavin, R. E. 2005. Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Prakti. Bandung: Nusa Media.

Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada

Media Group.

Uno, Hamzah. 2009. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Usman, Moh Uzer. 2008. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wena, Made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer (Suatu Tujuan Konseptual

Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Yuniarto. 2005. Simpul Matematika Untuk Kelas VII. Bandung: Sinergi Pustaka Indonesia.

http://biologyeducationresearch.blogspot.com/model-pembelajaran-kooperatif-metode

html/27/07/2011/10:55.

http://mahmuddin.wordpress.com/2009/12/23/strategi-pembelajaran-kooperatif-tipe-teams-

games-tournament-tgt/08/11/2010/14:35.




DOI: 10.24235/eduma.v1i2.296

Article Metrics

Abstract view : 471 times
PDF - 350 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching

View My Stats