KOMUNIKASI FEMINIS MELALUI RUANG PUBLIK NONTRADISIONAL KOMUNITAS VIRTUAL “TAKLIM SANTAI” Feminist Communication in Nontraditional Public Spaces: A Case Study of the "Taklim Santai" Virtual Community

Rizky Amalia KIKY(1*), Makroen Sanjaya Sanjaya(2), Tantan Hermansah Tantan Hermansah(3), Dessy Kushardiyanti Dessy(4), anisul fuad(5),


(1) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
(2) 
(3) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
(4) 
(5) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Ruang publik secara ideal berfungsi sebagai arena vital bagi komunikasi dan interaksi sosial. Namun realitasnya, akses dan partisipasi sering kali terbatas bagi kelompok tertentu, terutama perempuan yang masih menghadapi tantangan budaya patriarki di Indonesia. Meskipun media baru seperti WhatsApp, menawarkan potensi untuk menciptakan ruang publik nontradisional yang lebih inklusif dan memfasilitasi kesetaraan, belum banyak penelitian yang secara spesifik mengeksplorasi bagaimana komunitas muslimah memanfaatkanya untuk pemberdayaan dan diksusi isu-isu perempuan. Penelitian sebelumnya tentang feminisme dan ruang publik cenderung membahas aspek-aspek seperti kontestasi citra perempuan dalam hijab atau peran ganda perempuan dalam keluarga, serta peran perempuan dalam berdakwah, tetapi belum secara mendalam mengkaji pemanfaatan aplikasi percakapan spesifik seperti WhatsApp Group (WAG) sebagai ruang pemberdayaan bagi muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi feminis diwujudkan dalam ruang publik nontradisional pada komunitas @taklimsantai. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual dalam paradigma kritis emansipatoris, penelitian ini berupaya mengungkapkan proses transisi dari ketidaktahuan menjadi kesadaran di kalangan perempuan muslimah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara daring, serta dokumentasi artefak digital. Hasil penelitian menunjukan bahwa ruang publik nontradisional pada komunitas @taklimsantai berfungsi secara efektif sebagai sarana pemberdayaan perempuan melalui kegiatan virtual, komunitas ini menyalurkan ilmu agama seperti fikih, kajian pra-pernikahan, dan membahas pergerakan budaya patriarki dalam rumah tangga. Upaya komunikasi dalam WAG berlangsung layaknya tatap muka, menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi muslimah untuk bersosialisasi dan berekspresi. Kehadiran komunitas @taklimsantai telah mendorong perempuan untuk menyuarakan dan menegakkan hak-hak mereka, serta memantik kesadaran akan ketimpangan gender dan problematika yang dihadapi, seperti hak-hak, kodrat, dan isu-isu inti dalam lingkungan perempuan. Melalui kegiatan terstruktur seperti bedah buku, dan pengembangan produk/bisnis, komunitas ini mendorong anggota untuk mencari ilmu dan mengembangkan diri secara spiritual maupun praktis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru yang lebih mendalam terkait komunikasi feminis dalam ruang publik nontradisional pada komunitas virtual.


Keywords


Ruang Publik nontradisional; Komunikasi Feminis; Komunitas Virtual; Perempuan Muslimah

Full Text:

PDF Remote

References


Ade Irma, Dessy 2019. “Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia” Social Work Jurnal VOL 7. 13. DOI: http://jurnal.unpad.ac.id/share/article/viewFile/13820/6628 diakses Desember 2019.

Anggelica, Kiki. 2022. “Media Online sebagai Wadah Pemberdayaan Perempuan” Riset Jurnalistik dan Media Digital, 39, 22. DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.837 diakses Juli 2022.

Erik Ardiyanto. 2021. “Komunikasi Gender: Perempuan Karir, Makna Bahagia dan Citra Diri di Sosial Media” . Jurnal Ilmu Komunikasi23,2021.DOI:https://doi.org/10.22236/komunika.v8i1.7195 Vol. Diakses Juli 2021.

Fakhruroji. 2024. “Teori Teori New Media, Prespektif Komunikasi, Sosial-Budaya dan Politik Ekonomi”. Simbiosa Rekatama Media, eds., I hal 124, 24. Rosda BOD Bandung.

Guntoro, 2020. “ Membangun komunikasi yang Ideal di Ruang Publik” . Jurnal Progresio, Vol. I 9,22. DOI: 532316-none-5004e65f.pdf diaskes Maret 2020.

Hine, Chritine. 2000. ”Virtual Ethnography”. London, UK: SAGE Publications Ltd.

Holmes, David. 2001. Teori Komunikasi: Media, Teknologi, dan Masyarakat- Terj. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Howard Rheingold, 1993. “The Virtual Community”. Homesting On the Electronic Frontier, 1993. USA: Addison-Wesley Publishing Company.

Karlina Supeli, Budi. 2010. “Ruang Publik Dunia Maya”. Kansisus 2010, Yogyakarta Kansisus Media. Eds 5.

Nuril Fajri, 2019. “Asma Barlas dan Gender Prespektif dalam Pembacaan Ulang QS. An-Nisa/4:34” Jurnal Aqlam VOL 2:19. diakses Desember 2019.

Nur Qomariyah, Qadarriyyah. 2024 “ Pemberdayaan Kaum Perempuan Guna Menunjang Peningkatan Pendapatan Keluarga Dalam Prespektif Ekonomi Islam”. Jurnal Kaffa, VOL 3 NO 2. Diakses Juni 2024.

Roudhotul Mahfudhoh, 2024. “Hijab dan Kontesitasi Citra Perempuan dalam Ruang Publik” Jurnal Alhamra Studi Islam VOL 5 no 1, e-ISSN: 2774-3101, p-ISSN: 2774-3098 diakses pada Februari 2024.

Makroen Sanjaya, 2022. “ Salafi Virtual di Media Sosial Representasi Ideologi Salafus Shalih Melalui Mediatiasasi Agama Pada Akun RodjaTV di Instragram”. Disertasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid 2022.

Siti Mu’awanah, 2022 “Peran Perempuan Dalam Membangkitkan Kesadaran Berdakwah Melalui Majelis Taklim dan Media Sosial” Jurnal Etika Vol 1 No 2 SSN: 2964-3147 (Print), 2963-489X (Online). Diakses Oktober 2022 Page 67-78.

SubRiza, Ulul. 2019. “ Konsep Emansipatoris dalam Kajian Gender”. Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Islam, VOL2. 10. 2019. Diakses Juli 2019.

Stephen W, Karen A. Foss, Griffin. 2009. “ Encyclopedia: Communutation Theory, Theory Communication Feminism”. Acquistions Editor: 474: 2009 Unites Statter of America.

Zahra Zaini Arif, 2018. “Peran Ganda Perempuan dalam Keluarga Prespektif Feminis Muslim Indonesia” Indonesian Journal of Islamic Law, Vol 1 No 2 Desember 2018: 97-126.




DOI: 10.24235/orasi.v16i1.20049

Article Metrics

Abstract view : 49 times
PDF - 5 times Remote - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

Orasi indexed by:

   

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.