Peran Pesantren Al-Hamidiyah Pangandaran Jawa Barat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949)

Nisa Nurul Hamdiyah(1*), Anwar Sanusi(2), Aah Syafa'ah(3),


(1) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
(2) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
(3) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Pesantren in Indonesia have functioned not only as religious educational institutions but also as key actors in the struggle against colonialism. This study explores the history of the establishment of Pesantren Al-Hamidiyah in Pangkalan Village, Pangandaran, and its role in defending Indonesian independence. Conducted using academic historical research methods, the study follows five stages: topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. The findings reveal that the pesantren was founded by Kyai Abdul Hamid out of concern for the community’s limited understanding of Islamic teachings. After independence, the pesantren evolved into a center for consolidation and military training for students and local youth. Under Kyai Abdul Hamid’s leadership, the pesantren’s militia actively participated in resisting Dutch forces through guerrilla warfare and a strong spirit of jihad. Despite facing numerous challenges, Pesantren Al-Hamidiyah remained steadfast in its commitment to defending the nation’s independence.


Keywords


Pesantren Al-Hamidiyah, Pangandaran, Independence, Physical Revolution

Full Text:

PDF

References


Fitri, R., & Ondeng, S. (2022). Pesantren Di Indonesia: Lembaga Pembentukan Karakter. Al-Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1)

Abdur Rozzaq & Muhammad Isa Anshori. Peran Pesantren Dalam Perjuangan Melawan Penjajah Barat di Indonesia, Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia, Vol. 4 No. 2, 2024

Kuntowijoyo, D. R. (2019). Pengantar ilmu sejarah. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana.

Nurbantoro, E., Midhio, I. W., Risman, H., Prakoso, L. Y., & Widjayanto, J. (2021). Perang Kemerdekaan Indonesia (1945-1949) dalam perspektif strategi perang semesta. Jurnal Pendidikan Tambusai. 5 (3)

Alex Anis Ahmad, “Pembentukan Wilayah Pertahanan Priagan Timur dan Perpindahan Ibukota Propinsi Jawa Barat ke Lebaksiuh Tahun 1947-1948” JASMERAH: Journal of Education and Historical Studies, Vol. 1 No 2, 2019.

Nasution, A. H. (1966). Sedjarah perdjuangan nasional dibidang bersendjata (Vol. 2). (Djakarta:Mega Bookstore).

Koran, “Algemeen Indisch dagblad: Werkelijke Leiders van het Volk- Twee Kranige Indonesiers in Tjiamis” yang terbit pada tanggal 25 Oktober 1947

Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Soebagyo Toer & Ediati Kamil, Kronik Revolusi Indonesia Jilid III (1947), (Jakarta: KPG Kepustakaan Populer Gramedia, 2001)

Wawancara dengan Bapak Endang Misnan: Tokoh Masyarakat pada 14 Desember 2024, pukul 16.30 WIB

Wawancara dengan Bapak Ucu Saepul Aziz: Cucu dari Kyai Abdul Hamid pada 15 Desember 2024, pukul 08.30 WIB

Wawancara dengan Bapak Undang Abdul Hamid: Anaknya KH. Anwar Sanusi sekaligus pimpinan Pesantren Al-Hamidiyah pada 15 Desember 2024, pukul 09.40 WIB




DOI: 10.24235/tamaddun.v13i2.22361

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Indexed By :

Google Scholar Logo