BIL HAL PENCIPTAAN BUDAYA AGAMA MELALUI PEMBIASAAN SHALAT BERJAMAAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM AL-AZHAR 5 KOTA CIREBON

Asep Kurniawan(1*),


(1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Dakwah bil hal di sekolah berfungsi mempersiapkan para siswa menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai agamanya yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Atas dasar inilah, penelitian ini difokuskan dengan tujuan untuk lebih jauh mengungkap tentang bagaimana penerapan dakwah bil hal ini sehingga bisa menciptakan budaya agama melalui pembiasaan shalat berjamaah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi mendalam, dan dokumentasi. Keterpercayaan data kualitatif dilakukan melalui kredibilitas data, transferabilitas data, konfirmabilitas data, dan dependabilitas data. Tehnik analisis menggunakan tahapan collecting data, displaying data, reducing data dan conclusing data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dakwah bil hal dalam penciptaan budaya agama di SMP Islam al-Azhar 5 Cirebon sudah berjalan dengan baik yang terlihat dari: (a) pembiasaan senyum, salam, dan sapa, (b) shalat Jum’at di masjid sekolah, (c) shalat dhuhur  berjamaah, (d) peringatan hari-hari besar Islam, (e) shalat Dhuha sebelum pembelajaran dimulai (f) kegiatan tadarus al-Qur’an. (2) Hasil dakwah bil hal pembiasaan nilai-nilai shalat berjamaah memiliki nilai-nilai luhur, yaitu: (a) nilai-nilai ‘ubudiyah, (b) nilai-nilai akhlak al-karimah, meliputi: pola pikir positif, mission statement, berpikir dan bertindak strategis, kebersamaan, tawadlu’, optomis dan mandiri, serta networking, (c) nilai-nilai kedisiplinan.


Full Text:

PDF

References


Aly, Hery Noer, 1999, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Arief, Armani, 2002, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Pers.

Arnett, J. J., 2007, “Emerging Adulthood: What Is It, and What Is It Good For?”, dalam Child Development Perspectives. 1 (2): 68–73.

Brody, Gene H., Zolinda Stoneman, dan Douglas Flor, 1996, “Parental Religiosity, Family Processes, and Youth Competence in Rural, Two-Parent African American Families,” dalam Developmental Psychology 32, 701.

Coleman, J.S., & T. Hoffer, 1987, Public and Private Schools: The Impact of Communities, New York: Basic Books

Côté, J. E., 1996, “Identity: A Multidimensional Analysis,” dalam G. R. Adams, T. Gullotta & R. Montemeyer (Eds.), Issues in Adolescent Development, Vol. 6, New York, NY: Sage Publications, 130–180

Dewey, John, 1944, 1916, Democracy and Education, New York: the Free Press.

Dorn, L. D. dan Biro F. M., 2011, “Puberty and Its Measurement: A Decade in Review,” dalam Journal of Research on Adolescence. 21 (1): 180–195

Fagan, Patrick F. dan Scott Talkington, 1998, “Grade Point Average’ by Current Religious Attendance and Structure of Family of Origin,” dalam Mapping America Project. Marriage, Religion, and the Common Good – Number 109.

Fan, C. Simon, 2008, “Religious Participation and Children’s Education: A Social Capital Approach,” dalam Journal of Economic Behavior and Organization 65, 304-309.

Freeman, Richard B., 1985, Who Escapes? The Relation of Churchgoing and Other Background Factors to the Socioeconomic Performance of Black Male Youths from Inner-City Tracts, National Bureau of Economic Research, Working Paper no. 1656 (June 1985).

Hasanah, Muawanatul, 2009, Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Agama di Komunitas Sekolah: Studi Kasus di SMK Telkom Sandhy Putra Malang, Tesis, Malang: PPS UIN Maulana Malik Ibrahim

Hasanah, Uswatun, 2010, Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Agama: Studi Kasus di SMPN I Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Tesis, Malang: PPS UIN Maulana Malik Ibrahim

Lickona, Thomas, 2013, “Educating for Character in the Sexual Domain, Peabody” dalam Journal of Education, 88:2, 198-211.

________, 1991, Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility, New York, Toronto, London, Sydney, Aucland: Bantam books.

Loury, L.D., 2004, “Does Church Attendance Really Increase Schooling?” dalam Journal for the Scientific Study of Religion 43, 119-127.

Muller, Chandra dan Christopher G. Ellison, 2001, “Religious Involvement, Social Capital, and Adolescents’ Academic Progress: Evidence from the National Education Longitudinal Study of 1988,” dalam Sociological Focus 34, 155-83.

Muslich, Masnur, 2011, Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional, Penerbit: Bumi Aksara

Regnerus, Mark D., 2001, Making the Grade: The Influence of Religion upon the Academic Performance of Youth in Disadvantaged Communities, University of Pennsylvania, Center for Research on Religion and Urban Civil Society, no. 3.

Sanders, Mavis Grovenia, 1995, “Breaking the Cycle of Reproduction: The Effect of Communities, Families, and Schools, on the Academic Achievement of Urban African American Youth,” PhD diss., Stanford University, 154

Tampubolon, 2001, Perguruan Tinggi Bermutu, Paradigma Baru Manajemen Pendidikan Tinggi Menghadapi Tantangan Abad ke-21, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: 10.24235/orasi.v8i1.2016

Article Metrics

Abstract view : 473 times
PDF - 467 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Orasi indexed by:


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.