Scientific Approach dalam Standar Proses Kurikulum 2013 Revisi untuk Mengorientasi Kecakapan Abad 21 pada Pembelajaran Biologi Kelas XI

Indah Nurmala Sari(1*), Dewi Cahyani(2), Nurul Azmi(3),


(1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(2) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(3) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013 revisi direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran karena mampu menumbuhkan keterampilan abad ke-21, sedangkan metode ceramah terbukti kurang efektif untuk tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan pendekatan saintifik sesuai standar proses Kurikulum 2013 revisi, menilai implementasinya dalam pembelajaran, serta mengungkap kendala yang dialami guru dengan menggunakan metode campuran model sequential explanatory yang berfokus pada data kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru dalam menyusun RPP masih lemah karena belum sepenuhnya mengintegrasikan kecakapan abad ke-21, namun praktik pembelajaran saintifik berjalan lebih baik saat guru menerapkan metode praktikum. Semakin konsisten guru mengimplementasikan pendekatan saintifik, semakin terlatih pula keterampilan abad ke-21 yang dimunculkan dalam kegiatan belajar. Kendala utama yang dihadapi guru mencakup keterbatasan sarana-prasarana, minimnya alokasi waktu, dan sikap siswa yang cenderung pasif, sehingga guru berupaya menggunakan variasi metode dan media pembelajaran untuk menarik perhatian siswa. Pendekatan saintifik memiliki keunggulan dalam mengembangkan beragam keterampilan termasuk keterampilan abad ke-21, meskipun kelemahannya terletak pada kebutuhan waktu yang relatif lama serta potensi munculnya miskonsepsi akibat ketidaktepatan pengamatan siswa.

Keywords


kurikulum, pendekatan saintifik, kecakapan abad 21

Full Text:

PDF

References


Agus, M., Budiyanto, K., Waluyo, L., & Mokhtar, A. (2016). Implementasi Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran di Pendidikan Dasar di Malang. Jurnal Pendidikan, 13(1), 46–51.

Aprianita, R. (2015). Menerapkan Pendekatan Saintifik yang Berorientasi pada Kemampuan Metakognisi dan Keterampilan Sosial. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 689–696.

Arifin, Z. (2017). Mengembangkan Instrumen Pengukur Critical Thinking Skills Siswa pada Pembelajaran Matematika Abad 21. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 92–100.

Daurnius, S. (2016). Identifikasi Kesulitan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan Pendekatan Saintifik di Kelas Tinggi Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh. Jurnal Pesona Dasar, 2(4), 40–48.

Emda, A. (2011). Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran Biologi di Sekolah. Jurnal Ilmiah Didaktika, 12(1), 149–162.

Fauziah, R., Abdullah, A. G., & Hakim, D. L. (2013). Pembelajaran Saintifik Elektronika Dasar Berorientasi Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 9(2), 165–178.

Hosnan. (2016). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21: Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia.

Kemendikbud. (2013). Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum. Jakarta: Kemendikbud

Kemendikbud. (2016). Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud

Khan, M. S., Hussain, S., Ali, R., Majoka, M. I., & Ramzan, M. (2011). Effect of Inquiry Method on Achievement of Students in Chemistry at Secondary Level. International Journal of Academic Research, 3(1), 956–959.

Komara, E. (2018). Penguatan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Abad 21. Jurnal Pendidikan, 4(1), 17–26.

Martini, E. (2018). Membangun Karakter Generasi Muda Melalui Model Pembelajaran Berbasis Kecakapan Abad 21. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(2), 21–27.

Mayasari, T., Kadarohman, A., & Rusdiana, D. (2015). Apakah Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Mampu Melatihkan Keterampilan Abad 21? Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan, 2(1), 48–55.

Muryantono, J., & Pradana, P. (2017). Instrumen Evaluasi Berbasis Inquiry Lab untuk Meningkatkan Kemampuan Menganalisis pada Materi Sistem Gerak Kelas XI IPA. Jurnal Pendidikan Sains, 6(2), 145–152.

Rakhmawati, D. (2017). Konselor Sekolah Abad 21: Tantangan dan Peluang. Jurnal Konseling, 3(1), 58–63.

Ruja, I. N. (2013). Survei Permasalahan Implementasi Kurikulum Nasional 2013 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Menengah Pertama di Jawa Timur. Jurnal Pendidikan, 9(2), 193–199.

Sudarisman, S. (2015). Memahami Hakikat dan Karakteristik Pembelajaran Biologi dalam Upaya Menjawab Tantangan Abad 21 Serta Optimalisasi Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Biologi, 2(1), 29–35.

Syafii, W., & Yasin, R. M. (2017). Problem Solving Skills and Learning Achievements Through Problem-Based Module in Teaching and Learning Biology in High School. Asian Social Science, 9(12), 220–228.

Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya: Kencana.

Wijaya, E. Y., Sudjimat, D. A., & Nyoto, A. (2016). Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Global. Jurnal Pendidikan, 1, 263–278.

Yokhebed, & Sudarisman, W. S. (2012). Pembelajaran Biologi Menggunakan Model Keterampilan Proses Sains untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Biologi, 1(3), 183–194.

Yulianisa, R., Rizal, F., & Abdullah, R. (2018). Tinjauan Keterampilan Abad 21 (21st Century Skills) di Kalangan Guru Kejuruan (Studi Kasus: SMK Negeri 2 Solok). Jurnal Pendidikan Vokasi, 20(1), 1–8.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.