Penerapan Pembelajaran Berbasis Potensi Lokal Empal Gentong pada Subpokok Angiospermae untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Astanajapura

Nur Robi'ah Al'Adawiyah(1*), Kartimi Kartimi(2), Mujib Ubaidillah(3),


(1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(2) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(3) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Pembelajaran biologi berbasis potensi lokal tidak hanya menanamkan sikap ilmiah tetapi juga memperkuat nilai budaya yang berkembang di masyarakat. Namun, kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep biologi dengan kehidupan sehari-hari masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas siswa, peningkatan kemampuan berpikir kritis mereka, dan reaksi mereka terhadap penerapan pembelajaran berbasis potensi lokal Empal Gentong pada materi Angiospermae di kelas X SMA Negeri 1 Astanajapura. Menggunakan desain pretest-posttest control group, penelitian dilakukan pada dua kelas: X MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan X MIA 3 sebagai kelas kontrol, masing-masing terdiri dari 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan SPSS 21.0. Setelah data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan angket, SPSS 21.0 digunakan untuk menganalisisnya. Hasil menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen melakukan lebih banyak (75%) daripada di kelas kontrol (67%), dan ada peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berpikir kritis antara kedua kelas. Siswa juga menunjukkan respons positif terhadap pelajaran, dengan presentase respons 90% (sangat kuat) dan 10% (sangat kuat). Kesimpulannya, pembelajaran berbasis potensi lokal Empal Gentong membantu siswa melakukan aktivitas yang lebih baik dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka.

Keywords


potensi lokal, Empal Gentong, keterampilan berpikir kritis, aktivitas belajar, respon siswa

Full Text:

PDF

References


Amalia. (2014). Penerapan Pembelajaran Berbasis Sains Keunggulan Lokal Kerajinan Batik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Subpokok Bahasan Tumbuhan Berbiji di Kelas X SMA Negeri 1 Jamblang. [Skripsi]. Cirebon: IAIN Syekh Nurjati.

Atmojo, M. (2012). The Influence of Transformational Leadership on Job Satisfaction, Organizational Commitment, And Employee Performance. International Research Journal of Business Studies, 5(2).

Azizahwati, & Yusnidar, R. M. (2015). Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika SMA Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXIX HFI Jateng & DIY, 73-75

Darkum. (2007). Peranan Pangeran Walasungsang dalam merintis Kesultanan Cirebon. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Johnson, B. (2002). Contextual teaching and learning. California: Corwin Press.

Khusniati, M. (2014). Model Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Indonesian Journal of Conservation, 3, 67-74.

Marlina. (2011). Model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Perkuliahan Dasar Rias (Tata Kecantikan Wajah dan Rambut) untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12, 13-23.

Morrison, J. A., & Collins, E. J. (2007). Using Scientist and Real-World Scenario in Professional Development for Middle School Science Teachers. Journal of Science Teacher Education, 18(1), 165-184.

Nurfadhilah, U., Kartimi, & Muspiroh, N. (2018). Penerapan Pembelajaran Berbasis Potensi Lokal Gerabah Sitiwinangun untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Konsep Perubahan Lingkungan Kelas X di SMA Negeri 1 Dukupuntang. Jurnal Ilmu Alam Indonesia, 1(2), 113-125.

Saliman. (2007). Penerapan Pembelajaran Berbasis Budaya sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran pada Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Santoso, A. M. (2010). Konsep Diri Melalui Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal sebagai Model Pendidikan Berkarakter dan Berbudaya Bangsa di Era Global. In Proceedings of The 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI.

Sa’ud, U. (2013). Inovasi pendidikan. Alfabeta.

Suastra, I. W. (2010). Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Sains Budaya Lokal untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar Sains Dan Nilai Kearifan Lokal di SMP. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 43(1).

Susilawati. (2016). Science Education Based on Cirebon Local Culinary Food. International Journal of Islamic and Civilizational Studies, 3, 42-49.

Trianto. (2011). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Jakarta: Kencana.

Wright, T. (2001). Karen in Motion: The Role of Physical Enactment in Developing an Understanding of Distance, Time, and Speed. The Journal of Mathematical Behavior, 20, 145-162.


Article Metrics

Abstract view : 7 times
PDF - 2 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.