Penggunaan Interactive Learning Berbantuan Google Classroom untuk Meningkatkan Keterampilan Argumetasi Ilmiah Peserta Didik Kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Susukan

Naila Istianah(1*), Wahidin Wahidin(2), Evi Roviati(3),


(1) IAIN Syekh Nurjati
(2) IAIN Syekh Nurjati
(3) IAIN Syekh Nurjati
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain one group pretest-posttest design, yaitu desain yang tidak melibatkan kelompok kontrol dalam proses pelaksanaannya. Dalam desain ini, sampel terlebih dahulu diberikan pretest (tes awal) sebelum perlakuan, kemudian setelah proses pembelajaran selesai, dilakukan posttest (tes akhir). Desain ini dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik setelah mengikuti pembelajaran interaktif yang memanfaatkan bantuan Google Classroom. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keaktifan peserta didik selama mengikuti pembelajaran interaktif berbantuan Google Classroom di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Susukan, serta untuk menganalisis dampak penggunaan pembelajaran interaktif terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik dalam pembelajaran biologi. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji ANOVA satu arah (one way ANOVA), yang menunjukkan adanya perbedaan antara nilai pretest dan posttest peserta didik dalam pembelajaran interaktif berbantuan Google Classroom. Keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran mengalami fluktuasi, yaitu sebesar 27% pada pertemuan pertama, 37% pada pertemuan kedua, dan 10% pada pertemuan ketiga. Aktivitas argumentasi ilmiah peserta didik tertinggi juga terlihat pada pertemuan kedua dengan rata-rata nilai sebesar 42. Sementara itu, hasil tes keterampilan argumentasi ilmiah tergolong rendah berdasarkan uji N-gain yang dilakukan. Dari perhitungan diperoleh bahwa rata-rata nilai pretest adalah 35,57, nilai rata-rata posttest adalah 38,31, dan rata-rata N-gain sebesar 0,07. Seluruh kategori yang diperoleh peserta didik berdasarkan nilai N-gain termasuk dalam kategori rendah, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik masih tergolong rendah dan belum menunjukkan hasil yang optimal.

Keywords


pembelajaran interaktif, google classroom, argumentasi ilmiah, keaktifan peserta didik

Full Text:

PDF

References


Acar, O., & Patton, B. R. (2012). Argumentation and Formal Reasoning Skills in an Argumentation-Based Guided Inquiry Course. Procedia Social and Science, 46, 4756-4760.

Ali, M. (2004). Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Albensindo.

Creswell, J. W. (2012). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Majid, A. (2014). Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Prayekti. (2004). Penerapam Model Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran IPA di SD. Jurnal Teknologi Pendidikan.

Roviati, E. (2017). Persepsi Guru Biologi Calon Ilmiah Argumentasi di Mikrobiologi. Journal of Physics: Koferensi Series, 1-11.

Sandoval, W. A., & Millwook, K. A. (2005). The Quality of Students Use Evidence in Written Scientific Explanation. Cognition And Intruction. 23(1).

Sanjaya, W. (2010). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Waluya, B. (2008). Penggunaan Model Pembelajaran Generatif untuk Meningkat Pemahaman Siswa Pada Konsep Geografi. Jurnal Pendidikana Geografi FPIPS UPI, 2(1), 1-9.

Sudarisman. (2015). Memahami Hakikat dan Karakteristik Pembelajaran Biologi dalam Upaya Menjawab Tantangan Abad 21 Serta Optimalisasi Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Florea, 2(1), 29-35.


Article Metrics

Abstract view : 11 times
PDF - 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.