Penerapan Model Praktikum Inkuiri pada Konsep Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Siswa Kelas XI SMAN 1 Kadugede Kabupaten Kuningan

Nurfaidah Nurfaidah(1*), Wadihin Wahidin(2), Ina Rosdiana Lesmanawati(3),


(1) IAIN Syekh Nurjati
(2) IAIN Syekh Nurjati
(3) IAIN Syekh Nurjati
(*) Corresponding Author

Abstract


Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru biologi masih jarang diterapkan dalam praktik. Dalam hal praktik, guru sering masih menggunakan model praktik berbasis verifikasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan inovasi dengan menerapkan model praktik inkuiri yang memiliki suasana penyelidikan ilmiah, yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sains umum siswa dalam konsep sistem ekskresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) aktivitas belajar siswa dalam menerapkan model praktik inkuiri pada konsep sistem ekskresi; (2) perbedaan perkembangan keterampilan sains umum di antara siswa di kelas eksperimen dan kontrol; (3) tanggapan siswa setelah penerapan model praktik inkuiri pada konsep sistem ekskresi di Kelas XI SMAN 1 Kadugede. Desain penelitian menggunakan model pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa Kelas XI MIPA di SMA Kadugede 1. Dua kelas dipilih secara acak, masing-masing terdiri dari 36 siswa. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, tes, dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa: (1) Tingkat aktivitas siswa meningkat pada setiap pertemuan di kelas eksperimen yang menerapkan model praktik inkuiri. Persentase rata-rata aktivitas belajar siswa masing-masing adalah 73%, 77%, dan 80%; dan (2) nilai N-gain untuk kelas eksperimen adalah 0,65 dan untuk kelas kontrol 0,55. Hasil uji statistik menghasilkan sig. (two-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, artinya H0 ditolak dan H1 diterima, menunjukkan adanya perbedaan dalam keterampilan sains umum antara siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol; (3) Tanggapan siswa terhadap penerapan model praktik inkuiri pada konsep sistem ekskresi menunjukkan tanggapan yang kuat dengan nilai persentase 69% dan tanggapan yang sangat kuat dengan nilai 31%.

Keywords


keterampilan generik sains siswa, model praktikum inkuiri, sistem ekskresi

Full Text:

PDF

References


Abidin, Yunus. (2014). Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: Refika Aditama.

Brotosiswoyo, B, S. (2011). Hakikat Pembelajaran MIPA dan Kiat Pembelajaran matematika di Perguruan Tinggi Cet. I. Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka.

Darmawan, Jon. (2013). Metode Pembelajaran Eksperimen Berbasis Inkuiri Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Keterampilan Generik Sains Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (JPSI).

Fadlan, A. (2012). Strategi Pengembangan Science Generic Skills (SGC) Calon Guru Fisika melalui Model Pembelajaran Group Investigation pada Mata Kuliah Praktikum. Jurnal Phenomenon. 1(1).

Harahap, Saima Putrini. (2017). Effect of Scientific Inquiry Learning Model on the Student’s Generic Science Skill. IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSR-JRME). 7(4).

Hartono, R. (2014). Ragam Model Mengajar yang Mudah di Terima Murid. Yogjakarta: Diva Press.

Hasmiati. (2017). Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pertumbuhan dan Perkembangan dengan Metode Praktikum. Jurnal Biotek. 5(1).

Maradona. (2013). Analisis Ketrampilan Proses Sains Siswa Kelas XI IPA SMA Islam Samarinda pada Pokok Bahasan Hidrolisis melalui Metode Eksperimen. Prosiding Seminar Nasional Kimia 2013.

Martiningsih, Maidini. (2018). Hubungan Keterampilan Generik Sains dan Sikap Ilmiah Melalui Model Inkuiri Ditinjau dari Domain Kognitif. Jurnal Pendidikan Sains (JPS). 6(1).

Muspiroh, N. (2012). Analisis Kemampuan Generik Sains Mahasiswa Calon Guru Biologi pada Praktikum Anatomi Tumbuhan. Jurnal Scientiae Educatia. 1(1).

Natawijaya, Rochman. (2005). Aktivitas Belajar. Jakarta: Depdiknas.

Poerwadarminta, W.J.S. (2003). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Prabowo, L.B., Ngazizah N., & Sriyono. (2016). Analisis Keterampilan

Generik Sains Siswa SMA Negeri Kelas X Sekabupaten Purworejo dalam Pembelajaran Fisika Tahun Pelajaran 2015/016. Jurnal Radiasi. 8(1).

Salamah, Ummi dan Mursal. (2017). Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Menggunakan Metode Eksperimen Berbasis Inkuiri pada Materi Kalor. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia. 5(1).

Sanjaya. Wina. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sarlivanti, (2014). Pembelajaran Praktikum Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains pada Pokok Bahasan Larutan Penyangga. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia. 2(1).

Sudarmin. (2012). Keterampilan Generik Sains dan Penerapannya dalam Pembelajaran Kimia Organik. Semarang: Unnes Press.

Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenda Media Group.

Wenning, C. J. (2010). Levels of inquiry: Using inquiry spectrum learning sequences to teach science. Journal Of Physics Teacher Education Online. 5(3).

Wiyanto. (2006). Pengembangan Kemampuan Merancang Kegiatan Laboratorium Fisika Berbasis Inkuiri Bagi Mahasiswa Calon Guru. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. 2.

Yulianti, Eki, M.Hasan dan Muhammad Syukri. (2016). Peningkatan Keterampilan Generik Sains dan Penguasaan Konsep melalui Laboratorium Virtual berbasis Inkuiri. Jurna Pendidikan Sains Indonesia. 4(2).


Article Metrics

Abstract view : 2 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.