Preposisi an Bahasa Jerman dan Pemaknaannya dalam Bahasa Indonesia
(1) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Universitas Negeri Malang, Malang, Jawa Timur
(*) Corresponding Author
Abstract
Preposisi merupakan elemen penting yang digunakan untuk menunjukkan berbagai hubungan antar kata, seperti hubungan tempat, waktu, tujuan, serta kondisi tertentu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan preposisi an dalam bahasa Jerman dan maknanya dalam bahasa Indonesia berdasarkan kerangka tipologi bahasa. Dengan mengadopsi pendekatan Government and Binding (GB), penelitian ini mengidentifikasi penggunaan an, seperti tipe verba, kasus, dan semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kasus akkusativ dengan orientasi arah (Richtung) dan peran kasus dativ dengan orientasi posisi (Position) memengaruhi makna pada preposisi an di dalam bahasa Indonesia. Analisis menunjukkan adanya hubungan erat antara kasus gramatikal, arah semantik verba, dan makna preposisi an. Pada kasus akkusatif, an cenderung digunakan bersama verba yang mengarah pada suatu tujuan, sehingga menandakan arah gerak atau sasaran suatu tindakan. Sementara itu, pada kasus dativ, an lebih sering muncul bersama verba yang menunjukkan posisi, sehingga berfungsi untuk menunjukkan lokasi atau tempat. Dalam padanannya dengan bahasa Indonesia, preposisi an memiliki makna yang serupa dengan kata “di” atau “ke” (untuk konteks arah) serta “di” atau “pada” (untuk konteks posisi). Walaupun terdapat perbedaan struktural antara kedua bahasa, makna dalam kalimat tetap menggambarkan hubungan yang konsisten antara tindakan dan lokasi, baik dalam bentuk pergerakan maupun keberadaan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya teori linguistik deskriptif dan mendukung pembelajaran bahasa Jerman, khususnya dalam memahami preposisi an serta penyusunan bahan ajar tata bahasa yang relevan.
The Preposition an in German and Its Meaning in Indonesian
Prepositions are important elements used to indicate various relationships between words, such as relationships between places, times, purposes, and certain conditions. This study aims to describe the use of the preposition an in German and its meaning in Indonesian based on a language typology framework. By adopting the Government and Binding (GB) approach, this study identifies the use of an, such as verb type, case, and semantics. The results show that the role of the accusative case with a directional orientation (Richtung) and the role of the dative case with a positional orientation (Position) influence the meaning of the preposition an in Indonesian. The analysis shows a close relationship between grammatical case, the semantic direction of the verb, and the meaning of the preposition an. In the accusative case, an tends to be used with verbs that direct a goal, thus indicating the direction of movement or the target of an action. Meanwhile, in the dative case, a more often appears with verbs that indicate position, thus functioning to indicate location or place. In its Indonesian equivalent, the preposition an has a similar meaning to the words "di" or "ke" (for directional contexts) and "di" or "pada" (for positional contexts). Despite structural differences between the two languages, sentence meaning consistently reflects the relationship between action and location, both in terms of movement and presence. This research is expected to enrich descriptive linguistic theory and support German language learning, particularly in understanding the preposition an and developing relevant grammar teaching materials.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (1 Ed.). CV Syakir Media Press.
Afriani, Z. L. (2019). Peran Budaya Dalam Pemerolehan Bahasa Asing. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 42–49. https://doi.org/10.29300/Disastra.V1i2.1900
Afrodita, M., Wulandari, C., Ismawati, D., & Sari, D. L. (2024). Optimasi Kemampuan Membaca Kritis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Metaphorming Berbasis Kearifan Lokal dan Aplikasi Flip. Diksa : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 106–119. https://doi.org/10.33369/Diksa.V10i2.37803
Ambiya, M. Z. (2018). Keberlakuan Nomina Sebagai Predikat Dalam Kalimat Bahasa Indonesia: Kajian Sintaksis (Noun Existence As Predicate In Sentence of Indonesian Language: A Study On Syntax). Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 7(1), 49–68. https://doi.org/10.26499/Rnh.V7i1.543
Arfianty, R. (2023). Kontrasifitas Konstruksi Ergatifitas Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang: Kajian Tipologi. Jurnal Studi Kejepangan, 7(2), 8–16.
Aristia, M. & Sari, R. (2024). Development of B1 Level Listening Learning Media Using The Proprofs Platform. Asian Journal of Applied Education (Ajae), 3(2), 157–166. Https://Doi.Org/10.55927/Ajae.V3i2.8790
Aruan, L. (2023). Analisis Kesalahan Berbahasa di Dalam Karangan Mahasiswa Program Studi Bahasa Jerman FBS Universitas Negeri Medan. Universitas Negeri Medan.
Aziz, M. F., Affandi, R. M. T. N., & Akim, A. (2021). Deutsches Fest 2015 Sebagai Sarana Diplomasi Publik Baru Goethe Institut di Indonesia. TransBORDERS: International Relations Journal, 4(2), 70–81. https://doi.org/10.23969/transborders.v4i2.4154
Chanturidze, M., Carroll, R., & Ruigendijk, E. (2019). Prepositions As A Hybrid Between Lexical and Functional Category: Evidence From an Erp Study On German Sentence Processing. Journal of Neurolinguistics, 52, 100857. Https://Doi.Org/10.1016/J.Jneuroling.2019.100857
Darmawan, A. (2024). Analisis Tense Phrase Menggunakan Teori X-Bar Pada Kalimat dan Klausa di Dalam Teks Recount Bahasa Inggris (Pendekatan Sintaksis). Translation and Linguistics (Transling), 4(2), 92–99.
di Meola, C. (2004). The Rise of The Prepositional Genitive In German—Grammaticalization Phenomenon. Lingua, 114(2), 165–182. Https://Doi.Org/10.1016/S0024-3841(03)00033-0
Dobrovol’skij, D., & Piirainen, E. (2005). Figurative Language: Cross-Cultural and Cross-Linguistic Perspectives. Elsevier.
Duden. (2021). Duden Grammatik: Unentbehrlich Für Richtiges Deutsch. Bibliographisches Institut.
Febryanti, A. L., & Kartika, A. D. (2023). Preposisi Bahasa Jerman Aus dan Von Dalam Majalah Nadi (2018) dan Padanannya Dalam Bahasa Indonesia. E-Journal Identitaet, 12(2), 1–12.
Fox, A. (2005). The Structure of German Second Edition. University Press.
Gallmann, P. (1998). Fugenmorpheme Als Nicht-Kasus-Suffixe. Uni Jena.
Ginanjar, A. A. (2020). Analisis Tingkat Keterbacaan Teks Dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia. Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 4(2), 158–163. Https://Doi.Org/10.25157/Literasi.V4i2.4216
Haro, G. (1988). Einführung In Die Grammatische Linguistik. München: Iudicium Verlag Gmbh, 1(19), 29.
Helbig, G., & Buscha. (2011). Deutsche Grammatik: Ein Handbuch Für Den Ausländerunterricht. Langenscheidt. Langenscheidt.
Helbig, G., & Buscha, J. (1996). Deutsche Grammatik (Vol. 82). Langenscheidt Kg.
Kaj B, L. (1974). Paradigmatische Und Syntagmatisghe Bindungen Im Heutigen Deutsch. Modern Language Society, 75(4), 537–551.
Khasanah, S. N., & Baehaqie, I. (2020). Penanda Makna Jamak Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab Pada Aspek Morfologis (Analisis Kontrastif). Jurnal Sastra Indonesia, 9(3), 172–179. Https://Doi.Org/10.15294/Jsi.V9i3.39876
Kieran, S., Neary, P., Owens, A., & Mehigan, D. (2004). Inferior Vena Cava Agenesis With Paravertebral Muscle Collateralisation. Ejves Extra, 8(6), 127–129. Https://Doi.Org/10.1016/J.Ejvsextra.2004.09.009
Klein, W. (2013). Second Language Acquisition And The Structure of German Verbs. De Gruyter Mouton.
Komariyah, S., Itaristanti, I., & Mulyaningsih, I. (2022). Kajian Tindak Tutur Ilokusi Iklan Produk Kecantikan di Televisi. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 9(1), 65-69. DOI: 10.30595/Mtf.V9i1.12419
Mahsun. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Raja Grafindo Persada.
Müller, T. (2018). The Role Of Textbooks In Teaching German Grammar: A Comparative Study. Language Learning Journal, 4(46), 243–267.
Mustikasari, G., Pratiwi, N., & Ginanjar, B. (2022). Derivasi Verba Denomina Bahasa Indonesia Pada Website Berita Online (Kajian Morfologi). Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 18(2), 261–271. Https://Doi.Org/10.25134/Fon.V18i2.5147
Pengampu, D., Yulia, R., Syaefudin, A. M., Cendik, A. B., Lestari, A. P., & Yuliadre, P. E. (2015). Analisis Fonologi Bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman. Universitas Negeri Jakarta.
Putra, R. L. (2021). Analisis Proses Afiksasi Pada Artikel Kelapa Sawit Mencari Jalan Tengah. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 3196–3203. Https://Doi.Org/10.31004/Edukatif.V3i5.1241
Rahardjanti, T., & Rahardjanti, T. (2019). Struktur Frasa Preposisi Bahasa Mandarin. Jurnal Cakrawala Mandarin, 3(1), 18–37. Https://Doi.Org/10.36279/Apsmi.V3i1.77
Ramadhani, R. A., Anjani, A., Aulia, S., & Baehaqie, I. (2023). Kajian Kontrastif Morfologis Afiksasi Sufiks Pada Nomina Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jurnal Basataka, 6(2), 350–356.
Røreng, A. (2011). Die Deutsche Doppelobjektkonstruktion. Universitetet I Troms. Scherger, A.-L. (2018). German Dative Case Marking In Monolingual and Simultaneous Bilingual Children With and Without Sli. Journal of Communication Disorders, 75, 87–101. Https://Doi.Org/10.1016/J.Jcomdis.2018.06.004
Schmidt, R. (2019). Teaching German As A Foreign Language: A Communicative Approach. Springer.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
Syahid, A. (2018). Preposisi Auf Bahasa Jerman dan Pengungkapan Maknanya Dalam Bahasa Indonesia. Journal on Language and Literature, 4(2), 60–71.
Tomasouw, J., Serpara, H., & Nikijuluw, M. M. (2022). Bahasa Jerman Sebagai Jembatan Berkarir di Jerman. German Für Gesellschaft (J-Gefüge), 1(1), 1–8. Https://Doi.Org/10.30598/Jgefuege.1.1.1-8
Volmert, J. (1995). Grundkurs Sprachwissenschaft. Eine Einführung In Die Sprachwissenscaft Für Lehramtsstudiengänge. München: Fink.
Wagner, K. (2017). Grammatical Representation In German Textbooks For Foreign Learners: A Critical Analysis. Journal of Applied Linguistics, 2(34), 243–267.
Yusuf, M., Purawinangun, I. A., & Anggraini, N. (2022). Analisis Afiksasi Pada Teks Eksposisi Karangan Siswa Kelas 8 SMP Bina Mandiri Teluknaga (Kajian Morfologi). Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(1), 149–163. Https://Doi.Org/10.31000/Lgrm.V11i1.5795
Zimmermann, F. (2020). Linguistic Challenges In Learning German: Syntax and Morphology Issues. European Journal of Linguistics, 1(29), 55–78.
Zwarts, J. (2010). The Case Of Prepositions: Government And Compositionality In German Pps. Radboud University Nijmegen & Utrecht University.
DOI: 10.24235/ileal.v11i1.19946
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Indonesian Language Education and Literature

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
ILEaL Indexed by:

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati
Jalan Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon 45132, Telp. 089667890219
Email: literatureindonesian@gmail.com
.png)











