ORTODOKSI PESANTREN DALAM TAFSIR AL-BAYĀN KARYA KH. SHODIQ HAMZAH SEMARANG

Zulaikhah Fitri Nur Ngaisah(1*),


(1) UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan
(*) Corresponding Author

Abstract


Tafsir al-Bayān is a Qur’anic exegesis that emerged and was written by a pesantren (Islamic boarding school) scholar, Shodiq Hamzah. It is acknowledged that this work extensively refers to Qur’anic commentaries authored by earlier scholars. At this point, it is possible that he integrates, to some extent, the teachings of classical scholars, which indirectly positions his work as a Qur’anic exegesis with an orthodox paradigm. Orthodoxy itself refers to the preservation of religious understanding inherited from previous generations through interconnected scholarly transmission. This research aims to uncover the pesantren orthodoxy paradigm in Tafsir al-Bayān, as it was written by a productive pesantren figure and has been followed by the local community. The method employed is descriptive-analytical, using a content analysis approach directed at Tafsir al-Bayān, particularly focusing on its sources of reference and theological thought. To identify orthodoxy, this study applies five concepts of doctrinal orthodoxy proposed by John B. Henderson. The findings of this research affirm that Shodiq Hamzah’s Tafsir al-Bayān demonstrates an orthodox tendency due to its commitment to the works of earlier scholars (al-kutub al-muʿtabarah) and the opinions of the salaf as primary sources of reference. His scholarly background and Sunni scholarly networks also contribute to constructing this orthodox framework of thought. Furthermore, the orthodoxy of Shodiq Hamzah’s interpretation reinforces pesantren traditions, particularly in matters of theology (kalām) affiliated with Ahl al-Sunnah wa al-Jamāʿah. Nevertheless, his interpretation has not yet elaborated on contemporary discourses, resulting in an impression of conservatism and indicating the need for a more comprehensive interpretation to address contemporary problems.

 

Tafsir al-Bayān adalah sebuah tafsir al-Qur’an yang ditulis oleh tokoh pesantren, Shodiq Hamzah. Karya ini diketahui banyak merujuk pada tafsir al-Qur’an karya ulama terdahulu, sehingga memungkinkan adanya integrasi ajaran dari generasi sebelumnya yang menjadikannya sebagai tafsir yang berparadigma ortodoks. Ortodoksi di sini merujuk pada upaya mempertahankan pemahaman agama yang diturunkan secara berkesinambungan melalui tradisi keilmuan yang saling terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri paradigma ortodoksi pesantren dalam Tafsir al-Bayān, mengingat penulisnya adalah tokoh pesantren yang produktif dan karyanya banyak diikuti masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analisis dengan pendekatan content analysis, berfokus pada sumber rujukan dan pemikiran teologis dalam tafsir tersebut. Untuk mengidentifikasi ortodoksi, penelitian ini menggunakan lima konsep ortodoksi menurut John B. Henderson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir al-Bayān memiliki kecenderungan ortodoks yang ditandai dengan komitmen penulisnya pada karya ulama terdahulu (al-kutub al-mu’tabarah) dan pendapat ulama salaf sebagai sumber utama. Latar belakang keilmuan dan jaringan keulamaan Sunni turut membentuk kerangka pemikiran ortodoks tersebut. Selain itu, ortodoksi tafsir Shodiq Hamzah memperkuat tradisi pesantren, khususnya dalam ranah teologi atau kalam yang berafiliasi dengan Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah. Meski demikian, tafsir ini belum banyak menanggapi diskursus kontemporer, sehingga menimbulkan kesan konservatif dan memerlukan interpretasi lebih komprehensif untuk menjawab persoalan kekinian.

 

 

Keywords


Exegesis, Pesantren, Orthodoxy, Al-Bayan, KH. Shodiq Hamzah, Ahlussunnah wal Jama'ah

Full Text:

PDF

References


Abū Zayd, Naṣr Ḥāmid. Mafhūm al-Naṣṣ: Dirāsah fī ʿUlūm al-Qurʾān. Beirut: al-Markaz al-Thaqāfī al-ʿArabī, 2014.

al-Ashʿarī, Abū al-Ḥasan. al-Ibānah ʿan Uṣūl al-Diyānah. Beirut: Dār al-Zaydūn, 1999.

Azra, Azyumardi. “Naskah Terjemahan Antar Baris: Kontribusi Kreatif Dunia Islam Melayu-Indonesia.” In Sadur: Sejarah Terjemahan di Indonesia dan Malaysia, 435–439. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2009.

Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat. Yogyakarta: Gading Publishing, 2015.

Darmawan, Dadang. “Ortodoksi dan Heterodoksi Tafsir.” Refleksi 13, no. 2 (2012): 80–85.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES, 2015.

Fatah, Munawir Abdul. Tradisi Orang-Orang NU. Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2012.

Harb, ʿAlī. al-Naṣṣ wa al-Ḥaqīqah: Naqd al-Naṣṣ. Beirut: al-Markaz al-Thaqāfī al-ʿArabī, 1995.

Henderson, John B. The Construction of Orthodoxy and Heresy: Neo-Confucian, Islamic, Jewish, and Early Christian Patterns. Albany: State University of New York Press, 1998.

Hidayatullah, Syarif. Islam Isme-Isme: Aliran dan Paham Islam di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Ichwan, Mohammad Nur. “Al-Bayān fī Maʿrifat Maʿānī al-Qurʾān Karya Shodiq Hamzah Usman: Sejarah Penulisan, Karakteristik, Format Penulisan, Metode, dan Corak Penafsiran.” Maghza: Jurnal Ilmu al-Qurʾan dan Tafsir 9, no. 1 (2024): 120–141.

Jābirī, Muḥammad ʿĀbid al-. Kritik Wacana Teologi Islam: Komentar Kritis Muhammad Abed al-Jabiri terhadap Pemikiran Ibn Rushd. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.

Junaidi, Akhmad Arif. Penafsiran al-Qurʾan Penghulu Kraton Surakarta: Interteks dan Ortodoksi. Semarang: Program Pascasarjana IAIN Walisongo, 2012.

Maemon, Najih. Ahl al-Sunnah wa al-Jamāʿah: Aqidah, Syariʿat, dan Amaliyah. Makalah Halaqah Kiai Muda Ansor “Memahami Aswaja an-Nahdliyah.” Yogyakarta, 2011.

Nasution, Harun. Teologi Islam: Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia, 1978.

Rohmana, Jajang. “Memahami al-Qurʾan dengan Kearifan Lokal: Nuansa Budaya Sunda dalam Tafsir al-Qurʾan Berbahasa Sunda.” Journal of Qurʾan and Hadith Studies 3, no. 1 (2014): 79–99.

Shaleh, Munandi. Mengenal Tentang Aswaja. Yogyakarta: Charta Cendekia Institut, 2019.

al-Shahrastānī, Muḥammad ʿAbd al-Karīm. al-Milal wa al-Niḥal. Beirut: Dār al-Fikr, 1997.

Simuh. Pergolakan Pemikiran dalam Islam. Yogyakarta: Diva Press, 2019.

al-Suyūṭī, Jalāl al-Dīn. al-Itqān fī ʿUlūm al-Qurʾān. Beirut: Dār al-Fikr, n.d.

Usman, Shodiq Hamzah. al-Bayān fī Maʿrifat Maʿānī al-Qurʾān. Sleman: Asnalitera, 2020.

Urif, Zamzamiʿ. Faḍāʾil al-Suwar dalam Kitab Zubdat al-Bayān fī Bayān Faḍāʾil Suwar al-Qurʾān Karya KH Shodiq Hamzah. Undergraduate thesis, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kalijaga, 2015.

al-Wāḥidī, Abū al-Ḥasan ʿAlī ibn Aḥmad. Asbāb al-Nuzūl. Cairo: Maktabah al-Tawfīqiyyah, 2003.

Wahyudin, Didin. “Pendidikan Aswaja sebagai Upaya Menangkal Radikalisme.” Dinamika Penelitian 17, no. 2 (2017): 291–314.

Wawancara dengan Gus Zamzamiʿ Urif, Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah Kaligawe, Semarang, 10 Januari 2023.

Zuhri, Saifuddin. Pesantren dan Pembentukan Pemikiran Keagamaan di Indonesia. Yogyakarta: LKiS, 2009.




DOI: 10.24235/diyaafkar.v13i2.22719

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


       

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.