RADIKALISME ISLAM SEBAGAI PROBLEM BAGI BANGSA INDONESIA DI MASA KONTEMPORER

Bani Syarif Maula(1*),


(1) IAIN Purwokerto
(*) Corresponding Author

Abstract


Sudah sejak lama Islam Indonesia dikenal dunia sebagai Islam yang ramah dan damai serta toleran dan akomodatif. Namun demikian, runtuhnya rezim otoriter Soeharto menjadi masa transisi yang telah membuka pintu kebebasan seluas-luasnya sehingga ideologi yang berasal dari luar dapat masuk dengan leluasa. Masa transisi tersebut pada akhirnya menjadi tantangan bangsa Indonesia tersendiri. Tantangan tersebut bersumber dari tiga masalah besar, yaitu: pertama adalah adanya kelompok masyarakat yang ingin mengubah konsensus nasional, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika; kedua adalah klaim kebenaran Islam sepihak yang marak di tengah-tengah muslim perkotaan karena pengaruh faham salafi/wahabi; dan ketiga adalah kelompok Islam mayoritas yang cenderung diam (silent majority) atas tantangan tersebut. Dua isu pertama dipengaruhi oleh ideologi Islam transnasional dengan pandangan radikal yang memaksakan keyakinannya kepada semua muslim di Indonesia. Sedangkan isu terakhir berasal dari umat Islam mayoritas yang cenderung menikmati alam demokrasi selepas pemerintahan Soeharto. Karena itulah ideologi Islam radikal dapat berkembang di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut perlu upaya untuk melawan radikalisme Islam tersebut, yaitu dengan bersuara menyampaikan gagasan Islam yang toleran dan inklusif, melakukan reinterpretasi ajaran Islam dengan tajdid dan ijtihad, juga melalui dunia pendidikan yang menekankan aspek-aspek kesadaran multikultural dan kesadaran umat Islam sebagai bagian dari world citizenship.

Kata kunci: radikalisme1, fundamentalisme2, ideologi Islamisme3, Indonesia4


Full Text:

PDF

References


Abdalla, Ulil Abshar. “Memikirkan Agenda Pembaharuan Islam ke Depan”, makalah untuk Studium Generale yang diadakan oleh Fahmina Institute, Cirebon, pada Minggu 3 Oktober 2010.

Abdillah, Masykuri. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi (1966-1993). Yogyakarta: Tiara Wacana, 1999.

Abdullah, M. Amin. “Bangunan Baru Epistemologi Keilmuan Studi Islam dalam Merespon Globalisasi”, Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum, Vol. 46, No. 2, Juli-Desember 2012: 315-368.

Abdullah, M. Amin. “Islamic Studies in Higher Education in Indonesia”, Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, Vol. 55, No. 2, 2017: 391-426.

Abu Zayd, Nasr Hamid. Naqd al-Khitab al-Dīnī, cet. 4. Kairo, Madbuli, 2003.

Almond, Gabriel A., R. Scott Appleby, dan Emmanuel Sivan, Strong Religion: The Rise of Fundamentalisms around the World. Chicago: The University of Chicago Press, 2003.

Arkoun, Mohammed. Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers. London: Routledge, 1994.

Esposito, John L. (ed.). The Oxford History of Islam (Oxford: Oxford University Press, 1999), hlm. 676.

Esposito, John L. What Everyone Needs to Know about Islam: Answers to Frequently Asked Questions from One of America’s Leading Experts, edisi ke-2. Oxford: Oxford University Press, 2002.

Kartodirdjo, Sartono. Pemberontakan Petani Banten 1888. Jakarta: Pustaka Jaya, 1984.

Khan, Qamaruddin. Pemikiran Politik Ibnu Taymiyah. Bandung: Pustaka, 1995.

Kuntowijoyo, Identitas Politik Umat Islam. Bandung: Mizan, 1997.

Kymlicka, W. Multicultural Citizenship: A Liberal Theory of Minority Rights. Oxford: Oxford University Press, 1995.

Ma’arif, Ahmad Syafii. Syariat Islam Yes, Syariat Islam No: Dilema Piagam Jakarta dalam Amandemen UUD 1945. Jakarta: Paramadina, 2001.

Mahasin, Aswab. “Agama dan Demokrasi : Bukan Pohon Tanpa Akar”, dalam M. Imam Aziz, dkk., Agama, Demokrasi, dan Keadilan. Jakarta: Gramedia, 1993.

Maududi, Abu al-A‘lâ. Hukum dan Konstitusi Sistem Politik Islam. Bandung: Mizan, 1993.

Munson, Henry. “Fundamentalism”, dalam John R. Hinnells (ed.), The Routledge Companion to the Study of Religion. New York: Routledge, 2005.

Munson, Henry. “Fundamentalism”, Robert A. Segal (ed.), The Blackwell Companion to the Study of Religion. Oxford: Blackwell Pubishing, 2006.

Nakamura, Mitsuo. Bulan Sabit Muncul dari Balik Pohon Beringin. Yogyakarta: Gadjahmada University Press, 1983.

Parekh, B. Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory. New York: Palgrave Macmillan, 2006.

Parray, Tauseef Ahmad. “Islamic Modernist and Reformist Thought: A Study of the Contribution of Sir Sayyid and Muhammad Iqbal”, World Journal of Islamic History and Civilization, Vol. 1, No. 2, tahun 2011.

Salikin, Adang Djumhur. Reformasi Syari’ah dan HAM dalam Islam: Bacaan Kritis Terhadap Pemikiran An-Naim. Yogyakarta: Gama Media, 2004.

Salim, Abdul Muin. Fiqh Siyasah: Konsepsi Kekuasaan Politik dalam Al-Qur’an. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 1994.

Umar, Ahmad Rizky Mardhatillah. “Melacak Akar Radikalisme Islam di Indonesia”, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Volume 14, Nomor 2, November 2010 (169-186).




DOI: 10.24235/jy.v6i1.6772

Article Metrics

Abstract view : 7 times
PDF - 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Yaqzhan indexed by : 

 

Editorial Office:

FUAD Building, 2nd Floor, Department of Aqeedah and Islamic Philosophy, Faculty of Ushuluddin, Adab and Dakwah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Perjuangan Street of Sunyaragi, Cirebon City, West Java, Indonesia 45132 Phone. 0231-489926 Email: yaqzhanjurnal@gmail.com

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License