AJARAN MARTABAT TUJUH DALAM SERAT WIRID HIDAYAT JATI (Perspektif Teori Emanasi)

Bisri Bisri(1*),


(1) IAIN Syekh Nurjati
(*) Corresponding Author

Abstract


Kajian tasawuf selalu menarik untuk didiskusikan, bahkan  di era pasca modern dimana kita merasakan tiba-tiba begitu ramai orang mencari dan menempuh jalan-jalan spiritual. Seolah mencari kesegaran kembali, makna dan  nilai kemanusiaan dari dahaga akibat amukan modernisme yang cenderung positivistik, dan gaya hidup yang pragmatis.  Islam sendiri datang ke Nusantara sudah dalam corak tasawuf, baik yang dibawa oleh para Walisongo maupun guru-guru sufi lain di Nusantara termasuk di Aceh. Di Jawa, ajaran ini terus berkembang bahkan dalam banyak kitab atau tulisan sastra Jawa, baik dalam kitab serat Wedatama, Serat Dewaruci maupun dalam Serat Wirid Hidayat jati. Ajaran Martabat tujuh dalam Wirid Hidayat jati, merupakan pengembangan dari Ibnu Arabi dan Muhammad Ibnu Fadlullah dalam kitab Al-Tuhfatu Mursalah ila Ruhin Nabi serta ajaran Tasawuf Aceh. Walaupun coraknya panteisme-monisme, teori tingkatan tujuh martabat dalam penciptaan masih serupa dengan teori emanasi. Untuk itu menarik ketika menggunakan perspektif emanasi untuk melihat ajaran ini. Metodelogi dalam penelitian ini menggunakan library research (pustaka). Dalam penelitian ada tiga hal yang dijadikan perspektif dalam analisis tentang ajaran ini, yaitu; Sumber dan ajaran (antara emanasi dan martabat tujuh) yang terpaut zaman yang cukup jauh, metodologi yang berbeda dimana emanasi lebih diskursif filosofis sementara ajaran martabat tujuh bercorak intuitif mistis, serta beberapa perbedaan dan titik temu dari keduanya.


Full Text:

PDF

References


Ahmad Tafsir, Filsafat Umum: Akal dan Hati sejak Thales Samapai James, Rosdakarya, Bandung, 1990.

Amroeni Drajat, Filsafat Iluminasi: Sebuah kajian terhadap Konsep “Cahaya” Suhrawardi, Riora Cipta, Tangerang, 2001.

________, Suhrawardi: Kritik Falsafah Paripatetik, LKiS, Yogyakarta, 2005.

Atang Abdul Hakim. Dkk, Filsafat Umum: Dari Metologi Sampai Teofilosofi, Pustaka Setia, Bandung, 2008.

Damar Shashangka, Induk Ilmu Kejawen: Wirid Hidayat jati, Penerbit Dolphin, Jakarta: 2018.

Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, Gaya Media Pratama, Jakarta, 1999.

Majid Fakhry, Sejarah Filsafat Islam: Sebuah Peta Kronologis, Mizan, Bandung, 2001.

P.J. Zoetmulder, Manunggaling Kawula Gusti: Pantheisme dan Monisme dalam Sastra Suluk Jawa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2000.

Simuh, Mistik Islam Kejawen: Raden Ngabehi Ranggawarsita, UI Press, Jakarta, 1988.

_____, Sufisme Jawa: Transformasi Tasawuf Islam ke Mistik Jawa, PT. Gramedia, Jakarta, 2019.

Suwardi Endraswara, Mistik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme dan Sufisme Dalam Budaya Spiritual Jawa, PT. Buku Seru, Jakarta, 2018.




DOI: 10.24235/jy.v6i1.6404

Article Metrics

Abstract view : 5 times
PDF - 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Yaqzhan indexed by :