DINAMIKA TABARRUKAN DI PESANTREN BUNTET DESA MERTAPADA KULON KEC. ASTANAJAPURA KAB. CIREBON

Lutfi Lutfia Lutfin(1*),


(1) Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika tabarrukan yang ada di pesantren desa Mertapada Kulon. Tabarrukan merupakan salah satu ciri khas tradisi pesantren, yang dijadikan sebagai salah satu alat untuk mempererat hubungan antar kelompok masyarakat, tabarrukan yang berada di desa ini juga merupakan bagian dari tindakan sosial. Masalah yang akan diteliti adalah: (1) Bagaimana bentuk-bentuk tabarrukan yang ada di pesantren; (2) Bagaimana dinamika tabarrukan di pesantren terjadi.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, untuk mengetahui dinamika tabarrukan yang terjadi di masyarakat pesantren. Teknik dan metode penggalian data yang digunakan ialah; pengamatan (observasi) dan wawancara mendalam (interview). Hasil data yang telah terkumpul, kemudian dideskripsikan dan dianalisa. Sedangkan, landasan teori yang digunakan adalah konsep kharisma Max Weber. Pada sisi lain, peneliti mencoba memahami bagaimana para pelaku tabarrukan memahami kondisi tradisi tabarrukan dulu dengan sekarang, kebiasaan-kebiasaan, norma, hubungan sosial, dan relasi yang di bentuk para pelaku tabarrukan.

Dari penelitian ini, diperoleh hasil penelitain bahwa dinamika tabarrukan yang ada di masyarakat pesantren terjadi di seluruh lapisan yang ada di masyarakat, saat ini masyarakat sudah berubah, dan mengikuti perkembangan zaman, baik itu kiai, santri, maupun masyarakat. Penyebab terjadinya perubahan tersebut karena adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terjadi, karena kurangnya kesadaran diri dari dalam diri masing-masing kelompok yang saat ini disibukkan dengan aktivitas dan kesibukannya sendiri. Sedangkan faktor eksternal terjadi, karena masyarakat kini telah mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju, dan banyaknya budaya luar yang masuk melalui perkembangan zaman, pernikahan, maupun pendidikan yang dapat merubah pola pikir serta kebiasaan masyarakat. Dulu, pesantren dan kiai dijadikan sebagai kiblat untuk masyarakat belajar, dan memahami aktivitas sehari-hari, baik aktivitas sosial maupun aktivitas agama. Norma dan pola kehidupan yang ada di masyarakat dulu sangat bergantung pada apa yang diajarkan di pesantren. Berbeda dengan sekarang, norma dan pola kehidupan masyarakat sangat bergantung pada kecerdasan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri, baik dalam mengolah maupun memandang setiap dan dan informasi.

Kata Kunci: Dinamika, Tabarrukan, Masyarakat Pesantren

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika tabarrukan yang ada di pesantren desa Mertapada Kulon. Tabarrukan merupakan salah satu ciri khas tradisi pesantren, yang dijadikan sebagai salah satu alat untuk mempererat hubungan antar kelompok masyarakat, tabarrukan yang berada di desa ini juga merupakan bagian dari tindakan sosial. Masalah yang akan diteliti adalah: (1) Bagaimana bentuk-bentuk tabarrukan yang ada di pesantren; (2) Bagaimana dinamika tabarrukan di pesantren terjadi.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, untuk mengetahui dinamika tabarrukan yang terjadi di masyarakat pesantren. Teknik dan metode penggalian data yang digunakan ialah; pengamatan (observasi) dan wawancara mendalam (interview). Hasil data yang telah terkumpul, kemudian dideskripsikan dan dianalisa. Sedangkan, landasan teori yang digunakan adalah konsep kharisma Max Weber. Pada sisi lain, peneliti mencoba memahami bagaimana para pelaku tabarrukan memahami kondisi tradisi tabarrukan dulu dengan sekarang, kebiasaan-kebiasaan, norma, hubungan sosial, dan relasi yang di bentuk para pelaku tabarrukan.

Dari penelitain ini, diperoleh hasil penelitain bahwa dinamika tabarrukan yang ada di masyarakat pesantren terjadi di seluruh lapisan yang ada di masyarakat, saat ini masyarakat sudah berubah, san mengikuti perkembangan zaman, baik itu kiai, santri, maupun masyarakat. Penyebab terjadinya perubahan tersebut karena adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terjadi, karena kurangnya kesadaran diri dari dalam diri masing-masing kelompok yang saat ini disibukkan dengan aktivitas dan kesibukannya sendiri. Sedangkan faktor eksternal terjadi, karena masyarakat kini telah mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju, dan banyaknya budaya luar yang masuk melalui perkembangan zaman, pernikahan, maupun pendidikan yang dapat merubah pola pikir serta kebiasaan masyarakat. Dulu, pesantren dan kiai dijadikan sebagai kiblat untuk masyarakat belajar, dan memahami aktivitas sehari-hari, baik aktivitas sosial maupun aktivitas agama. Norma dan pola kehidupan yang ada di masyarakat dulu sangat bergantung pada apa yang diajarkan di pesantren. Berbeda dengan sekarang, norma dan pola kehidupan masyarakat sangat bergantung pada kecerdasan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri, baik dalam mengolah maupun memandang setiap dan dan informasi.

Kata Kunci: Dinamika, Tabarrukan, Masyarakat Pesantren


Keywords


Dinamika, Tabarrukan, Masyarakat Pesantren

Full Text:

PDF

References


A Gari. Y. (1998). Kepemimpinan dalam Orientasi. Jakarta: Prenhalindo.

A Pius. P. & Al-Barry, M.D. (1994). Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola.

Abdullah, A. (2005). Sosiologi Islam. Bogor: IPB Press.

Anthony, G. (1985). Kapitalisme dan Teori Sosial Modern. terj. Soehaba Kramadibarta.Jakarta: UI Press.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai pustaka.

F Thomas.Q. (1987). Sosiologi Agama. jakarta: CV Rajawali.

Haedari Amin.et al. (2004). Masa Depan Pesantren. Jakarta: IRD Press.

Hakim Lutfi. (2007). Berkah Kiai dalam Pandangan Santri. Skripsi: STAIN Salatiga.

Hamid Sabekti. (2014).”Makna Hidup Abdi Dalem Punakawan Keraton Yogyakarta”.Salatiga:Skripsi Universitas Kristen Satya Wacana.

Hardiman Budi. (2003). Melampaui Positifisme dan Modernitas. Yogyakarta: Kanisius.

Hartono Djoko dan Asmaul Lutfauziah. (2012). NU dan ASWAJA: Menelusuri Tradisi Keagamaan Masyarakat Nahdiyin di Indonesia. Surabaya: Ponpes Jagad ‘Alimussirry..

Huda Nor. (2015). Sejarah Sosial Intelektual Islam di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Idrus Muhammad Ramli. (2010). Buku Pintar Debat dengan Wahabi. Surabaya:Bina Aswaja.

Ishomudin. (2002). Pengantar Sosiologi Agama. Jakarta: Chalia Indonesia.

Ismail Faisal. (1999). NU Gusdurisme dan Politik Kiai. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Lauter H Robert. (1993). Perspektif Perubahan Sosial. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Nashir Al-Judai bin Abdurrahman bin Muhammad. (2009). Tabarruk: Memburu Berkah Sepanjang Masa di Seluruh Tempat di Dunia Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah.Jakarta: Pustaka Imam Syafi’i.

Qomar Mujamil. (ny). Pesantren dan Transformasi Metodologi Menuju Demokrasi Institusi. Jakarta:Erlangga.

Rebiru J. (1992). Dasar-dasar Kepemimpinan. Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya.

S Bryan. Tuner. (1994). Sosiologi Islam: Suatu Telaah Analisis Atas Tesa Sosiologi Weber. ter. G. A. Ticoalu.Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sa’diyah Cholilatus. (2015). Pemaknaan Berkah Dalam Pengabdian Santri di Pondok Pesantren Nurul Huda Dusun Suci Desa Jubellor Kecamatan Sugio Kabupaten Lamonga. Surabaya: Skripsi UIN Sunan Ampel Surabaya.

Soekanto Soerjono dan Budi Sulistyowati. (2014). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Syam Nur. (2005). Islam Pesisir. Yogyakarta: LkiS Pelangi Aksara.

Usman Ali. (2013). Kiai Mengaji Santri Acungkan Jempol. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Weber Max. (2012). Sosiologi Agama.Yogyakarta: IRCiSoD.

Wirawan. (2012). Teori-teori Sosial dalam Tiga Paradigma. Jakarta: Kencana.

Woodward Mark. (1999). Islam Jawa: Kesalehan Normatif Versus Kebatinan. Penerjemah Hairus Salim. Yogyakarta:LkiS.

Zamakhsyari, D. (1982). Tradisi Pesantren Studi Tentang Pandangan Hidup Kiai.Jakarta: LP3ES.

Zulfikar, F. (2015). Implikasi Kepemimpinan Transformasional KH. Mufid Mas’ud Terhadap Perilaku Santri di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta.Yogyakarta:Skripsi UIN Sunan Kalijaga.




DOI: 10.24235/jy.v5i1.4513

Article Metrics

Abstract view : 34 times
PDF - 24 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Yaqzhan indexed by :