ZUHUD DALAM PANDANGAN IBNU TAIMIYAH

Rif’at Husnul Ma’afi(1*), Muhammad Fahmi(2),


(1) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor
(2) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak:Manusia hidup di alam dunia tidak terlepas di antara dua hal, yaitu bahagia dan sengsara. Semua manusia yang berakal berkeinginan untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun sayangnya, banyak di antara mereka yang salah dalam menafsirkan kebahagiaan yang hakiki. Banyak yang beranggapan, kebahagiaan diperoleh dengan cara mengumpulkan harta yang banyak dan melampiaskan nafsu syahwat. Padahal, sikap yang demikian justru membuat mereka mengalami kekosongan batin, karena yang diperoleh adalah kebahagiaan semu. Di sisi lain, ada sekelompok orang yang menghabiskan waktunya dalam beribadah total kepada Allah tanpa memperhatikan kebutuhan hidupnya. Mereka beranggapan bahwa pekerjaan duniawi akan membuat mereka melupakan akhirat. Pada akhirnya mereka membuat pengakuan, bahwa perilakunya merupakan manifestasi dari sikap zuhud. Berdasarkan fenomena inilah akhirnya Ibnu Taimiyah mencoba meluruskan pemahaman yang salah tersebut, yaitu dengan mengembalikan pemahaman yang benar terhadap zuhud serta sesuai dengan ajaran al-Qur’an dan al-Hadits. Dalam konsepnya dijelaskan bahwa perilaku zuhud dilakukan dengan meninggalkan segala yang tidak ada manfaatnya di akhirat dan berpegang teguh kepada hukum-hukum Allah. Baginya perilaku seorang yang berzuhud (zahid) lebih penting daripada teori-teori yang banyak disampaikan oleh ulama-ulama, karena Ibnu Taymiyah tidak terlalu membeda-bedakan konsep zuhud antara ulama yang ada. Ibnu Taymiyah juga menjelaskan tentang bukti-bukti bahwa seseorang telah berzuhud, menjelaskan maqam zuhud dalam ilmu tasawwuf, hingga jalan yang perlu dicapai untuk menuju derajat zuhud. Baginya zuhud terbagi menjadi dua, yaitu zuhud yang disyariatkan dan zuhud yang tidak disyariatkan. Melalui tulisan ini akan dijelaskan lebih lanjut konsep zuhud menurut Ibnu Taymiyah.

 

Kata Kunci: Zuhud, Ibnu Taymiyah, Bukti seseorang telah berzuhud, Zuhud yang disyariatkan, Zuhud yang tidak disyariatkan.


Full Text:

PDF

References


مصادر البحث

القرآن الكريم

تيمية، ابن. 1987. الزهد و الورع و العبادة. الطبعة الأولى. د. م: مكتبة المنار.

______. 1418ه. المستدرك على مجموع فتاوى. المجلد الأول. الطبعة الأولى. د.م.

______.1432ه. تفسير شيخ الإسلام ابن تيمية. الجزء السادس. الطبعة الأولى. المملكة العربية السعودية: دار ابن الجوزي.

______. 1425ه. مجموع الفتاوى. المجلد العاشر. المدينة المنورة: مكتبة الملك فهد الوطنية.

______.1425ه. مجموع الفتاوى. المجلد الحادي عشر. المدينة المنورة: مكتبة الملك فهد الوطنية.

______.1425ه. مجموع الفتاوى. المجلد العشرون المنورة: مكتبة الملك فهد الوطنية.

منظور، ابن .1119. لسان العرب. المجلد الثالث. القاهرة: دار المعارف.

الإمام، الغزالي. د.س. إحياء علوم الدين. الجزء الرابع. سماراغ: مكتبة و مطبعة كريا طه فوترا.

الحكيم، سعاد. 1981. المعجم الصوفي الحكمة في حدود الكلمة. الطبعة الأولى. بيروت: دنداة للطباعة والنشر.

الجوزية، ابن قيم. 1412 مدارج السالكين بين منازل إياك نعبد و إياك نستعين. الجزء الأول. بيروت: دار الفكر.

العسقلاني، الحافظ ابن حجر. 2002. بلوغ المرام من أدلة الأحكام. الطبعة الأولى. جاكرتا: دار الكتب الإسلامية.

القشيري، إمام أبو قاسم. 1989. الرسالة القشيرية. القاهرة: مطابع مؤسسة دار الشعب.

المبارك المروزي، عبد الله بن. 1995م. الزهد و الرقائق. المجلد الأول. الرياض: دارالمعراج الدولية الطبعة الأولى.

محمد سيد أحمد، عبد الفتاح. 1420ه. التصوف بين الغزالي و ابن تيمية. الطبعة الأولى. مصر: دار الوفاء.




DOI: 10.24235/jy.v4i1.3192

Article Metrics

Abstract view : 413 times
PDF - 94 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Yaqzhan indexed by : 

 

Editorial Office:

FUAD Building, 2nd Floor, Department of Aqeedah and Islamic Philosophy, Faculty of Ushuluddin, Adab and Dakwah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Perjuangan Street of Sunyaragi, Cirebon City, West Java, Indonesia 45132 Phone. 0231-489926 Email: yaqzhanjurnal@gmail.com

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License