Diskursus Relasi Zakat-Pajak dalam Perumusan Undang-Undang Zakat, 2010-2011

Fikri Fikri(1*), Abdurakhman Abdurakhman(2),


(1) Universitas Indonesia
(2) Universitas Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


This research analyzed the discourse of the statute bill of zakat in the Indonesian Parliament, especially about the relation between zakat and tax. It is important since the implementation of zakat as a tax deduction according to the previous statute is not running well. The tax deduction scenario, for some people, puts the Indonesian muslim into double burden. They ask legislators to accommodate zakat as tax credit in the new statute of zakat. Integrated zakat and tax into one regulation would be a dynamic discourse as both have similarity and differences in several things. Therefore, the aim of this study is to reveal how the discourse happened in the Indonesia Parliament so that they decided to pass the statute of zakat related with zakat and tax. The primary sources used for this paper are the verbatim records of the statute bill of zakat, newspaper from the same period, and interview. The research found that tax credit is not applicable in Indonesia. This paper hopefully contributes to the development of the history of thought of zakat management and the history of public policy of management of zakat in Indonesia.

Keywords


zakat, tax, statute, policy, tax deduction, tax credit

Full Text:

PDF

References


Basir, Abdul. (2002). Zakat Atas Penghasilan Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak [Tesis]. Depok, Universitas Indonesia.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2009a). Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Tata Tertib. Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2009b). Risalah Rapat Paripurna DPR (19 Oktober 2009). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010a). Risalah Rapat Paripurna DPR (5 April 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010b). Pendapat Fraksi PAN Terhadap RUU Zakat (31 Agustus 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010c). Pendapat Fraksi Partai Demokrat Terhadap RUU Zakat (31 Agustus 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010d). Pendapat Fraksi PDIP Terhadap RUU Zakat (31 Agustus 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010e). Pendapat Fraksi Partai Gerindra Terhadap RUU Zakat (31 Agustus 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010f). Pendapat Fraksi Partai Golkar Terhadap RUU Zakat (31 Agustus 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010g). Pendapat Fraksi Partai Hanura Terhadap RUU Zakat (31 Agustus 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010h). Pendapat Fraksi PKB Terhadap RUU Zakat (31 Agustus 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010i). Pendapat Fraksi PKS Terhadap RUU Zakat (31 Agustus 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010j). Pendapat Fraksi PPP Terhadap RUU Zakat (31 Agustus 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2010k). Mekanisme Pembahasan Rancangan Undang-Undang Tentang Pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (November 2010). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011a). Daftar Inventarisasi Masalah Rancangan Undang-Undang Zakat. Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011b). Risalah Rapat Rancangan Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat Komisi VIII (19 Mei 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011c). Risalah Rapat Rancangan Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat Komisi VIII (7 Juli 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011d). Risalah Rapat Rancangan Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat Komisi VIII (22 September 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011e). Pendapat Akhir Fraksi PAN Terhadap RUU Zakat (19 Oktober 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011f). Pendapat Akhir Fraksi Partai Demokrat Terhadap RUU Zakat (19 Oktober 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011g). Pendapat Akhir Fraksi PDIP Terhadap RUU Zakat (19 Oktober 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011h). Pendapat Akhir Fraksi Partai Gerindra Terhadap RUU Zakat (19 Oktober 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011i). Pendapat Akhir Fraksi Partai Golkar Terhadap RUU Zakat (19 Oktober 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011j). Pendapat Akhir Fraksi Partai Hanura Terhadap RUU Zakat (19 Oktober 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011k). Pendapat Akhir Fraksi PKB Terhadap RUU Zakat (19 Oktober 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011l). Pendapat Akhir Fraksi PKS Terhadap RUU Zakat (19 Oktober 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2011m). Pendapat Akhir Fraksi PPP Terhadap RUU Zakat (19 Oktober 2011). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.

Direktorat Jenderal Pajak. (2011a). Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 6 tahun 2011 Tentang Pelaksanaan Pembayaran Dan Pembuatan Bukti Pembayaran Atas Zakat Atau Sumbangan Keagamaan Yang Sifatnya Wajib Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto. Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak. (2011b). Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 33 tahun 2011 Tentang Badan/Lembaga Yang Dibentuk Atau Disahkan Oleh Pemerintah Yang Ditetapkan Sebagai Penerima Zakat Atau Sumbangan Keagamaan Yang Sifatnya Wajib Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto. Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak.

Fitranoska. (2006). Pengaruh Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi [Tesis]. Depok, Universitas Indonesia.

Kementerian Keuangan. (2010). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 254 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pembebanan Zakat dan Sumbangan Keagamaan Yang Sifatnya Wajib Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 688). Jakarta: Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

Kingdon, John. (2014). Agendas, Alternatives, and Public Policies. Harlow, Pearson.

Kompas. (2008, Oktober 15). RUU Zakat Diharapkan Selesai Oktober.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta, Tiara Wacana Yogya.

Nirmala, Citra. (2007). Tinjauan Terhadap Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak [Tesis]. Depok, Universitas Indonesia.

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3885).

Republik Indonesia. (2000). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3985).

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389).

Republik Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2010 tentang Zakat atau Sumbangan Keagamaan Yang Sifatnya Wajib Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5148).

Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5255).

Republika. (2009, Juni 20). ICMI Desak DPR Tuntaskan Pembahasan RUU Zakat.

Republika. (2010, Maret 25). Kemenag Harapkan Revisi UU Zakat Integrasikan Pengelolaan.

Surrey, Stanley. (1985). Tax Expenditures. Massachusetts: Harvard University Press.




DOI: 10.24235/tamaddun.v13i2.22786

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam

Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Indexed By :

Google Scholar Logo