Implementasi Pembelajaran Kontruktivisme Model ICON untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Materi Ekosistem Kelas X di SMAN 1 Arjawinangun

Yaya Rokhiyawati(1*), Yunita Yunita(2), Asep Mulyani(3),


(1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(2) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(3) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Model pembelajaran konstruktivisme ICON menjadi inovasi yang berhasil menghadirkan suasana belajar lebih menarik sekaligus mendorong siswa untuk mengasah kemampuan mereka dalam mengkritisi dan menafsirkan suatu fenomena. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilaksanakan di SMAN 1 Arjawinangun dengan melibatkan 175 siswa kelas X MIPA sebagai populasi, di mana 35 siswa kelas X MIPA 1 berperan sebagai kelas kontrol dan 35 siswa kelas X MIPA 6 sebagai kelas eksperimen. Desain penelitian yang diterapkan adalah pretest-posttest control group, sedangkan data diperoleh melalui observasi, tes, dan angket. Hasil menunjukkan bahwa penerapan model ICON berlangsung secara optimal, dengan tahap analisis dan kontekstualisasi memperoleh persentase tertinggi sebesar 95%. Selain itu, peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen berbeda secara signifikan dibandingkan kelas kontrol, dan 50% siswa memberikan tanggapan sangat setuju yang mencerminkan respons positif secara keseluruhan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konstruktivisme model ICON mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus menumbuhkan sikap positif siswa terhadap pembelajaran biologi, terutama pada materi ekosistem.

Keywords


pembelajaran kontruktivisme, model ICON, keterampilan berpikir kritis, ekosistem

Full Text:

PDF

References


Achmad, A. (2007). Memahami Berpikir Kritis. [Online]. Tersedia di http://re-searchengines.com/ 1007arief3.html

Cakir, M. (2008). Constructivist Approaches to Learning in Science and Their Implications for Science Pedagogy: A Literature Review. International Journal of Environmental & Science Education. 3(4), 193-206.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Facione, P. A. (2011). Critical Thinking: What It Is and Why It Counts. California: Measured reason and the California academic press.

Garrison & Aecher. (2004). Critical Thinking Cognitive Presence, Computer Conferencing In Distance Learning. [Online]. Tersedia di http.communityofinquiry.com/file/cogpresfinal.pdf

Hasanah, H. 2014. Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu Ilmu Sosial). Jurnal At-Taqaddum. 8(1).

Indit, R. (2012). Dasar Teori Respon Siswa terhadap Media Video. [Online]. Tersedia di http://eprints.uny.ac.id

Kartono. (2010). Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa

Liliasari. (2003). Peningkatan Mutu Guru dalam Keterampilan Bepikir Tingkat Tinggi Melalui Model Pembelajaran Kapita Selekta Kimia Sekolah Lanjutan. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains. 8(3).

Sanwasi. (2019). Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Penggunaan Bahan Ajar Komik Berbasis Socio Scientific Issues pada Materi Sistem Pencernaan Manusia. Jurnal Ilmu Alam Indonesia, 2(4).


Article Metrics

Abstract view : 27 times
PDF - 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.