Pengembangan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat untuk Mendiagnosis Miskonsepsi Siswa dengan Metode MAK (Matriks Analisis Konsep) dan CRI (Certainty of Response Index)

Alindah Alindah(1*), Edy Chandra(2),


(1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(2) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Berdasarkan studi pendahuluan, pengembangan instrumen tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa masih jarang diterapkan di lingkungan sekolah. Hal ini mendorong peneliti untuk mengangkat topik tersebut. Tujuan utama dari penelitian ini meliputi: (1) menganalisis secara teoritis, (2) menganalisis secara empiris, serta (3) mengkaji efektivitas hasil analisis empiris terhadap pengembangan tes diagnostik two-tier multiple choice pada materi Animalia kelas X untuk mendeteksi miskonsepsi siswa di wilayah Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang melibatkan beberapa tahapan, yaitu studi pendahuluan, pembuatan produk, dan uji coba. Pengembangan instrumen ini merujuk pada model yang dikemukakan oleh Treagust. Subjek penelitian mencakup siswa kelas X dari SMAN 1 Beber, MAN 1 Kota Cirebon, dan MANU Buntet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) telah disusun dua versi soal, masing-masing terdiri dari 50 butir soal (draft A dan B), yang divalidasi oleh ahli materi, konstruksi, dan bahasa; (2) analisis butir soal dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, efektivitas pengecoh, dan dugaan acak; serta (3) uji efektivitas menunjukkan rentang validitas 0,20-0,40, reliabilitas antara 0,60-0,80, tingkat kesukaran sedang (0,30 < IK < 0,70), daya pembeda cukup (0,20-0,40), pengecoh berfungsi dengan baik, dan dugaan acak rendah. Identifikasi miskonsepsi paling banyak ditemukan pada materi Pisces, berdasarkan analisis Matriks Analisis Konsep (MAK) dan Certainty of Response Index (CRI). Dari keseluruhan pengembangan, diperoleh sebanyak 23 soal yang dinyatakan valid.

Keywords


R&D, tes diagnostik, pilihan ganda dua tingkat, miskonsepsi, MAK, CRI

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2011). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Fortuna R, D., Chandra, E & Yulia G, R. (2013). Pengembangan Tes Diagnostik untuk Mengukur Miskonsepsi Siswa pada Pokok Bahasan Sistem Regulasi Manusia untuk Siswa SMA Kelas XI Semester II. Scientiae Educatia: Jurnal Sains dan Pendidikan Sains. 2(2).

Marzano, (2007). The New Taxonomy of Educational Objectives. USA: Corwin Press.

Mustain, I. (2015). Kemampuan Membaca Dan Interpretasi Grafik Dan Data: Studi Kasus Pada Siswa Kelas 8 SMPN. Scientiae Educatia: Jurnal Sains dan Pendidikan Sains. 5(2).

Nurhasanah, R. (2014). Pengembangan Tes Diagnostik pada Pokok Bahasan Sistem Ekskresi untuk Mendeteksi Miskonsepsi Siswa Kelas XI di Kabupaten Cirebon. [Skripsi]. Cirebon: IAIN Syekh Nurjati.

Sophie E, V. Chandra, E & Mulyani, A. (2015). Analisis Kualitas Representasi Visual Buku Biologi SMA Kelas XI Kurikulum 2013 pada Materi Sel. Scientiae Educatia: Jurnal Sains dan Pendidikan Sains. 2(2).

Sudjono, A. (2005). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suparno, P. (2005). Miskonsepsi dan Perubahan Konsep dalam Pendidikan Fisika. Jakarta: Grasindo.

Susetyo, B. (2015). Prosedur Penyusunan dan Analisis Tes. Bandung: Refika Aditama.

Trie K, D. Maryanti, S. (2018). Analysis of Math Teacher Candidates’ Misconception on the Dynamic Electricity Concept. Scientiae Educatia: Jurnal Sains dan Pendidikan Sains. 7 (1): 67-78.

Tuysuz, C. (2009). Development of Two Tier Diagnostic Instrument And Assess Students Understanding In Chemistry. Scientific Research and Essay. 4(4). 626-631.

Yulianti, L. (2011). Miskonsepsi dan Mediasi Pembelajaran IPA. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya Press.


Article Metrics

Abstract view : 8 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.