Pengembangan Soal Berpikir Kritis pada Konsep Sistem Pencernaan Makanan Kelas XI SMA di Kabupaten Kuningan

Andriyanti Andriyanti(1*), Yunita Yunita(2),


(1) IAIN Syekh Nurjati
(2) IAIN Syekh Nurjati
(*) Corresponding Author

Abstract


Berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa generasi abad 21. Soal-soal pada konsep sistem pencernaan makanan kelas XI SMA yang dapat mengukur berpikir kritis siswa masih belum diaplikasikan di sekolah dan pengembangannya dalam bentuk esai masih jarang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) pengembangan, 2) karakterisktik, dan 3) implementasi dari soal berpikir kritis pada konsep sistem pencernaan makanan kelas XI SMA di wilayah Kabupaten Kuningan. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg and Gall yang telah dimodifikasi oleh Sukmadinata. Tahapan R&D dalam penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap pengembangan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Mandirancan, SMA Negeri 1 Cilimus, SMA Negeri 2 Kuningan, dan SMA Negeri 1 Kuningan yang berjumlah 1410 siswa, sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di keempat sekolah tersebut sebanyak 245 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pengembangan soal dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Hasil pengembangan berupa produk soal sebanyak enam butir, adapun bentuk pengembangannya terdapat pada aspek indikator soal, indikator berpikir kritis, jenjang kognitif, dan uraian soal, 2) karakteristik produk soal berdasarkan analisis secara empiris menghasilkan rata-rata nilai validitas sebesar 0,61 dengan kategori tinggi, reabilitas sebesar 0,79 dengan kategori kuat, tingkat kesukaran sebesar 0,51 dengan kategori sedang, dan daya beda sebesar 0,56 dengan kategori cukup. Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa produk soal memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan untuk mengukur berpikir kritis siswa, 3) hasil implementasi soal menunjukkan bahwa, indikator berpikir kritis yang paling dominan dikuasai oleh siswa adalah Inference dengan presentase rata-rata sebesar 34,5% dan sekolah yang memiliki tingkat berpikir kritis tinggi adalah SMA Negeri 1 Kuningan dan SMA Negeri 1 Cilimus dengan presentase rata-rata keseluruhan indikator berpikir kritis pada masing-masing sekolah sebesar 20,4%.

Keywords


pengembangan soal, berpikir kritis, sistem pencernaan makanan

Full Text:

PDF

References


Arifin, Z. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Brooks, J.G and Brooks, M.G. (1993). The Case For Constructivist Classrooms. Alexandria, VA: ASCD.

Istiyono, E., Mardapi, D., dan Suparno. (2014). Pengembangan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi Fisika (PysTHOTS) peserta didik SMA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. 18(1).

Luthvitasari, N, Putra, N. M. D., dan Linuwih, S. (2012). Implementasi Pembelajaran Fisika Berbasis Proyek Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif, Dan Kemahiran Generik Sains. Journal of Innovative Science Education.1(2).

Marzano, R. Kendall. (2007). The New Taxonomy of Educational Objectives. Amerika: Crawin Press.

National Research Council. (2012). A Framework for K-12 Science Education. Washington, DC: The National Academies Press.

Nurdin, Usman. (2002). Konteks Impelementasi Berbasis Kurikulum. Bandung: CV Sinar Baru.

Permendiknas. (2006). Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.

Purwanto, N. (2013). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosadakarya.

Quitadamo, I. J., Faiola, C. L, Johnson, J. E., and Kurtz, M. J. (2008). Community Based Inquiry Improves Criticalthinking In Generaleducation Biology. Life Sciences Education, 7.

Riduwan. (2012). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Slavin. (2006). Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2009). Metode penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Facione, P.A. (2013). Critical Think: What It Is And Why It Count. Tersedia. [Online]: http://www.insightassessment.com/content/download/1176/7580/file/what/26why2010.pdf.2015.

Frijters, S., Dam, G., and Rijlaarsdam, G. (2008). Effects of dialogic on valueloaded critical thinking. Learning and Instruction. Tersedia. [Online]: https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.

Zubaidah, S. (2016). Keterampilan Abad 21: Keterampilan Yang Diajarkan Melalui Melalui Pembelajaran. Tersedia. [Online]: https://www.researchgate.net/publication/318013627


Article Metrics

Abstract view : 9 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.