ANALISIS MAKNA TANDA REPRESENTASI BUDAYA PESANTREN DALAM PROGRAM XPOSE UNCENSORED TRANS7: STUDI SEMIOTIKA CHARLES PIERCES
(1) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
(*) Corresponding Author
Abstract
Representasi pesantren dalam media massa menjadi isu yang semakin penting dikaji karena media memiliki kekuatan dalam membentuk persepsi publik dan memproduksi realitas sosial. Kontroversi tayangan Xpose Trans7 yang menampilkan pesantren dengan pendekatan investigatif memicu perdebatan publik dan kritik luas karena dinilai mendistorsi nilai budaya pesantren dan menghasilkan stigma negatif terhadap institusi pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna tanda visual dan verbal dalam tayangan tersebut menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang mencakup hubungan antara representamen, objek, dan interpretan melalui kategori ikon, indeks, dan simbol. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan analisis mendalam terhadap adegan—serta diperkuat dengan telaah terhadap respons publik pada media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan Xpose memproduksi makna yang bias melalui pemilihan visual, sudut pengambilan gambar, dan narasi yang mengeksploitasi aspek sensasional, sehingga membentuk pemaknaan konotatif yang berbeda dari realitas budaya pesantren. Selain itu ditemukan adanya pertarungan makna antara framing media dan interpretasi publik yang menolak representasi tersebut sebagai bentuk delegitimasi pesantren. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat literasi media kritis dan menunjukkan perlunya etika jurnalisme yang sensitif terhadap simbol budaya dan institusi keagamaan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Audina, D. N. (2025). Studi Semiotika Charles Sanders Peirce pada Kompas TV dalam Pemberitaan Efisiensi Dana Kabinet Prabowo. Jurnal Audiens, 6(2), 332–342. https://doi.org/10.18196/jas.v6i2.596
Azmi, K. (2025). Fenomena Viral Di Media Sosial: Analisis Pola Komunikasi Dan Pengaruhnya Terhadap Opini Publik. Journal of Science and Social Research, 4307(2), 1814–1821. http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR
Creswell, J. W. (2016). 30 Essential Skills for the Qualitative Researcher (V. Knight (Ed.)). SAGE Publications, Inc.
Fahruddin, Z., & Safar, K. A. (2021). Reinterpretasi “Maqom Karomah” Di Tengah Masyarakat Dalam Kajian Semiotik Charles Sanders Peirce. Journal of Educational and Language Research, 1(3), 263–274.
Fatra Deni, I., & Jamil, K. (2022). Representasi Pesan Moral Dalam Film Penyalin Cahaya (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Siwayang Journal | Volume, 1(3), 121–130. https://doi.org/https://doi.org/10.54443/siwayang.v1i3.388 informasi
Mareta, Nuraida, & Puspita Dewi, E. (2023). Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Terhadap Pesan Moral Dalam Film Mencuri Raden Saleh Karya Angga Dwimas Sasongko. Social Science and Contemporary Issues Journal, 1(4), 856–867. https://doi.org/10.59388/sscij.v1i4.290
Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, J. S. (2014). Qualitative Data Analysis: a Methods Sourcebook (H. Salmon (Ed.); Third Edit). SAGE Publications, Inc.
Oktaviani, U. D., Susanti, Y., Tyas, D. K., Olang, Y., & Agustina, R. (2022). Analisis Makna Tanda Ikon, Indeks, dan Simbol Semiotika Charles Sanders Peirce Pada Film 2014 Siapa Di Atas Presiden? Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 15(2), 293–310. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30651/st.v15i2.13017
Rachmadani, N. P., & Salas, H. J. (201 C.E.). Makna Semiotika Komunikasi Dalam Talkshow Sarah Sechan di NET.TV. Jurnal Komsopol, 1(1), 75–88.
Roger D. Wimmer, J. R. D. (2011). Mass Media Research (S. Sims (Ed.); Ninth Edit). University of Georgia.
Xpose Uncensored dan Pesantren dalam Perspektif Komunikasi dan Public Relations Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. (2025). https://fisip.ub.ac.id/xpose-uncensored-dan-pesantren-dalam-perspektif-komunikasi-dan-public-relations/
DOI: 10.24235/holistik.v9i2.22781
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.