Tren Menunda Pernikahan Pada Perempuan Generasi Z: Analisis Bibliometrik

Maylya Isnaeni(1*),


(1) Universitas Diponegoro
(*) Corresponding Author

Abstract


Pernikahan seharusnya menjadi tugas perkembangan dalam kehidupan seorang individu di masa dewasa, termasuk pada individu perempuan. Namun, kompleksitas kehidupan perempuan dewasa di perkembangan zaman sekarang dan karakteristiknya sebagai generasi Z yang memandang pernikahan sebagai pilihan opsional bukan lagi sebagai keharusan meningkatkan kemungkinan pengambilan keputusan untuk menunda pernikahan pada populasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren penundaan pernikahan pada perempuan generasi Z. Metode bibliometrik digunakan untuk menganalisis literatur terbaru terkait penelitian penundaan pernikahan pada perempuan generasi Z. Penelusuran literatur dilakukan dengan menggunakan aplikasi Publish or Perish pada database akademik Google Scholar terkait penelitian pada lima tahun terakhir, yakni dari tahun 2020 sampai 2025 dengan kata kunci marriage postponement in generation Z women, marriage delay in generation Z women, dan waithood in generation Z women. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan analisis jalur yang menggunakan aplikasi bibliometrik VOSviewer. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa node dengan ukurang yang mendominasi "generation", "waithood", dan "young woman" menjadi topik yang sangat berkaitan dan sering diteliti pada penelitian terkait penundaan pernikahan dan menjadi perhatian utama oleh para peneliti. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tren penundaan pernikahan telah terjadi di setiap generasi, termasuk di kalangan perempuan muda dengan berbagai faktor yang melatarbelakangi keputusannya menunda pernikahan.

Full Text:

PDF

References


Afrilian, Andre. (2024). The perspective of gender and islamic law on waithood phenomenon in the millennial generation. Studi Multidisipliner, 11(1), 71-84. https://doi.org/10.24952/multidisipliner.v11i1.10736

Andika, Yani, A., Yunus, E. M., Nisa, M. K., Halim, A., & Tuhri, M. (2021). Fenomena waithood di Indonesia:Sebuah studi integrasi antara nilai-nilai keislaman dan sosial kemanusiaan. Jurnal Riset Agama, 1(3), 765-774. https://doi.org/10.15575/jra.v1i3.15090

Angrianti, R., Aisyah, S., Sastrawati, N., & Nurtita. (2024). Penundaan perkawinan bagi wanita karir dalam perspektif yusuf al-qaradhawi. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 5(1), 269-284. https://doi.org/10.24252/shautuna.vi.32641

Asokawati, D., & Utama, Z.A. (2024). Problematika waithood sebagai upaya kontrol sosial terhadap persoalan perkawinan dalam menekan angka kemiskinan. Jurnal Hukum, 5(2), 315-328. https://doi.org/10.54209/judge.v4i01

Badan Pusat Statistik (BPS). (2019). Statistik Pemuda Indonesia 2024 (1st ed.). Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik Pemuda Indonesia 2024 (1st ed.). Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2025, Februari). Nikah dan Cerai Menurut Provinsi 2019. https://www.bps.go.id/id/statisticstable/3/VkhwVUszTXJPVmQ2ZFRKamNIZG9RMVo2VEdsbVVUMDkjMw==/nikah-dan-cerai-menurut-provinsi.html?year=2019

Badan Pusat Statistik (BPS). (2025, Februari). Nikah dan Cerai Menurut Provinsi 2024. https://www.bps.go.id/id/statisticstable/3/VkhwVUszTXJPVmQ2ZFRKamNIZG9RMVo2VEdsbVVUMDkjMw==/nikah-dan-cerai-menurut-provinsi.html?year=2024

Dewi, A. N., & Ambarwati, K. D. (2023). Hubungan kelekatan ayah dengan regulasi emosi pada wanita dewasa awal yang bekerja dan belum menikah. Psyche 165 Journal, 16(4), 282-287. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v16i4.291

Dewi, M., Ulfah, M., & Gayatri, M. (2024). Persepsi remaja generasi z tentang kesiapan menikah dan keselarasan kebijakan pernikahan. Journal Of Issues In Midwifery, 8(1), 27–36. https://doi.org/10.21776/ub.JOIM.2024.008.01.4

Gusli, Tan. (2024). Pelestarian lembaga perkawinan: Upaya mencegah dampak ekonomi krisis seks dan depopulasi akibat praktek childfree, waithood, dan freesex di Indonesia. Jurnal Ilmiah Gema Perencana, 3(1), 69-88. http://dx.doi.org/10.61860/jigp.v3i1.60

Hafis, M., Elmiati, N., & Syafitri, J. (2024). Contemporary issues of islamic family law: The waithood phenomenon and the impact of the sex recession in Indonesia in review of sadd al-dzari’ah. Legitima Journal of Islamic Family, 7(1), 18-39. https://doi.org/10.33367/legitima.v7i1.6178

Riska, H., & Khasanah, N. (2023). Faktor yang memengaruhi menunda fenomena menunda pernikahan pada generasi z. Indonesian Health Issue, 2(1), 48-53. https://doi.org/10.47134/inhis.v2i1.44

Rubin, M., Meth, P., Tshuwa, L., Charlton, S., & Kinfu, E. (2022). Eternal urban youth? Waithood and agency in Ethiopian and South African settlements. Gateways: International Journal of Community Research and Engagement, 15(2), 1-18.https://doi.org/10.5130/ijcre.v15i2.8314

Sekarsari, Fiandini Rista. (2025). Stigma pada perempuan generasi z dalam penundaan pernikahan. Jurnal Ilmiah Muqoddimah, 9(1), 381-388. http://dx.doi.org/10.31604/jim.v9i1.2025.381-388

Setiawati, T., Setiawan, A., & Rozak, R. W. A. (2024). Kesetaraan gender dan teknologi dalam manajemen pendidikan: Studi bibliometrik atas literatur terbaru. Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak, 6(1), 24-36. http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v6i1.19532

Shah, R., Sabir, I., & Zaka, A. (2025). Interdependence and waithood: Exploration of family dynamics and young adults’ life course trajectories in Pakistan. Advances in Life Course Research, 63, 149-158. https://doi.org/10.1016/j.alcr.2025.100660

Tirta, K. D., & Arifin, S. N. (2025). Studi fenomenologi: Marriage is scary pada generasi z. Teraputik: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(3), 12–20. https://doi.org/10.26539/teraputik.833675

Zaidi, M., Samsuddin, A., Suhandi, A., Costu, B., & Prahani, B. K. (2025). Scientific mapping and trend of conceptual change: A bibliometric analysis. Social Sciences & Humanities Open, 11, 1-12. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.101208

Zulfitri, W., Putri, Z. S. R., & Desmita. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi menunda menikah pada dewasa. BATANANG: Jurnal Psikologi, 3(2), 30-41. https://dx.doi.org/10.31958/jp.v3i02.11358




DOI: 10.24235/equalita.v7i2.21668

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Indexed By:

                

      


EDITORIAL OFFICE:

LP2M Building, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Perjuangan Street of Sunyaragi, Cirebon City, West Java, Indonesia 45132 Phone. 0231-489926.

 

Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak is licensed under a Creative Commons 4.0 International License.