KONTEKSTUALISASI HADIS “KECANTIKAN SEBAGAI SALAH SATU KRITERIA PEREMPUAN IDAMAN” TERHADAP KAUM DIFABEL: Analisis Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman

Muhammad Alfreda Daib Insan Labib(1*), Khulanah Khulanah(2), Muhammad Ghossan Nazhif Dhiya’elhaq(3), Hanan Aslamiyah Thoriq(4),


(1) Sunan Kalijaga State Islamic University
(2) IMBS Miftahul Ulum Pekajangan Pekalongan
(3) Ahmad Dahlan University
(4) Ahmad Dahlan University
(*) Corresponding Author

Abstract


This article discusses the analysis of hadiths related to the criteria for women in Islam who are recommended to marry. Of the four criteria mentioned (beauty, wealth, lineage, and religion), the researcher specified the study to one of the four, namely beauty. This is the background to the widespread use of this hadith as defence against refusing to marry women who are not beautiful, especially those with disabilities. Misunderstanding of this hadith has implications for discrimination against people with disabilities. This research method is descriptive analysis, namely describing the data that has been collected and then analyzing the data. Some of the focuses of discussion in this article include; 1). What is the quality of the hadith on the four criteria for a dream woman in Islam? 2). What is the meaning of this hadith if analyzed using hermeneutics double movement Fazlur Rahman? 3). How to address societal heterogeneity in the interpretation of this hadith? One of the conclusions from this article is that the meaning of hadith like this actually tends to create division rather than problem solving, so it is necessary to provide proper socialization and interpretation of the hadith on the four criteria for the ideal woman.


Tulisan ini membahas tentang analisis hadis terkait krtieria perempuan dalam Islam yang dianjurkan untuk dinikahi. Dari empat kriteria yang disebutkan (kecantikan, harta, nasab, dan agama), peneliti menspesifikasikan kajian kepada salah satu di antara empat, yaitu kecantikan. Hal ini di latar belakangi maraknya penggunaan hadis ini sebagai defence terhadap penolakan menikahi perempuan yang tidak cantik terlebih difabel. Salahnya pemahaman hadis tersebut berimplikasi pada diskriminasi terhadap kaum difabel. Metode penelitian ini adalah deskritif analisis, yaitu melakukan deskripsi terhadap data yang telah dihimpun kemudian melakukan analisis terhadap data tersebut. Beberapa fokus pembahasan dalam tulisan ini di antaranya adalah; 1). Bagaimana kualitas hadis empat kriteria perempuan idaman dalam Islam? 2). Bagaimana makna hadis tersebut jika dianalisis menggunakan hermeneutika double movement Fazlur Rahman? 3). Bagaimana menyikapi hegerogenitas masyarakat dalam interpretasi hadis tersebut? Di antara kesimpulan dari tulisan ini salah satunya adalah pemaknaan hadis yang seperti itu justru cenderung menghadirkan perpecahan daripada problem solving, sehingga perlu diberikan sosialisasi dan interpretasi yang tepat terhadap hadis empat kriteria wanita idaman.

 

Keywords


Disabled, Fazlur Rahman, Double Movement

Full Text:

PDF

References


Aḥmad ibn Ḥanbal. Musnad al-Imām Aḥmad ibn Ḥanbal. Turkey: Dār ʿAbd Allāh ibn Abī Muḥsin, 2001.

———. Musnad Aḥmad. Edited by Shuʿayb al-Arnaʾūṭ. Beirut: Muʾassasat al-Risālah, 1431 H.

Aprilita, Dini, and Refti Handini Listyani. “Representasi Kecantikan Perempuan dalam Media Sosial Instagram.” Jurnal Paradigma 4, no. 3 (2016).

Al-Asqalānī, Ibn Ḥajar. Fatḥ al-Bārī: Terjemahan Penjelasan Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Vol. XXV. Jakarta: Pustaka Azzam, 2008.

Bārī, Ibn ʿAbdil. Keluarga Bervisi Surga. Sukoharjo: Zaduna, 2021.

Al-Bukhārī, Muḥammad ibn Ismāʿīl ibn Ibrāhīm ibn Mughīrah. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Edited by Muṣṭafā Dīb al-Bughā. Damascus: Dār Ibn Kathīr – Dār Yamaniyyah, 1414 H.

Al-Dārimī, Abū Muḥammad. Sunan al-Dārimī. Edited by Ḥusayn Sālim Asad al-Dārānī. Saudi Arabia: Dār al-Mughnī, 1412 H.

Labib, Muhammad Alfreda Daib Insan. “Wawancara Penyandang Disabilitas.” Yogyakarta, 2024.

Al-Māwardī, Abū al-Ḥusayn ʿAlī ibn Muḥammad ibn Ḥabīb. al-Ḥāwī al-Kabīr. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 1994.

Mirwan, Nurwahyuni. “Perempuan dan Kontestasi Kecantikan: Analisis Konstruksi Citra dalam Bingkai Media.” Jurnal Muslimah dan Studi Gender 1, no. 1 (2021).

Mulyono, Edi, et al. Belajar Hermeneutika: Dari Konfigurasi Filosofis Menuju Praksis Studi Islam. Yogyakarta: IRCiSoD, 2013.

Munawwar, Saʿīd Aqīl Ḥusayn al-, and ʿAbd al-Mustaqīm. Asbāb al-Wurūd. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Al-Nasāʾī, Aḥmad ibn Shuʿayb. Sunan al-Nasāʾī. Edited by Ḥasan Muḥammad al-Masʿūdī. Cairo: Dār al-Maʿrifah, 1348 H.

Al-Naysābūrī, Muslim ibn al-Ḥajjāj al-Qushayrī. Ṣaḥīḥ Muslim. Edited by Aḥmad ibn Rafāʿat ibn ʿUthmān et al. Turkey: Dār al-Ṭabāʿah al-ʿĀmirah, 1334 H.

———. Ṣaḥīḥ Muslim. Riyadh: Dār Ṭayyibah, 2006.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago and London: University of Chicago Press, 1982.

———. Revival and Reform in Islam: A Study of Islamic Fundamentalism. Ed. Ebrahim Moosa. Oxford: Oneworld Publications, 2003.

Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London & New York: Routledge, 2006.

Setyorini, Ari. “Kecantikan dan Dialektika Identitas Tubuh Perempuan Pascakolonial dalam Cerita Pendek China Dolls dan When Asian Eyes are Smiling.” Jurnal Ilmiah Linguistik, Sastra dan Budaya 7, no. 2 (2016).

Sholeh, Ahmad Syukri. Metodologi Tafsir al-Qur’an Kontemporer dalam Pandangan Fazlur Rahman. Jakarta: Gaung Persada Press, 2007.

Shihābuddīn, Aḥmad ibn Ḥusayn ibn Ruslān. Sharḥ Sunan Abī Dāwūd. Cairo: Dār al-Falāḥ, 2016.

Al-Sijistānī, Abū Dāwūd. Sunan Abī Dāwūd wa al-Sharḥ fī ʿAwn al-Maʿbūd. Delhi: Maṭbaʿat Anṣārī, 1323 H.

Siregar, Nurul, and Arif Purbantara. “Melawan Stigma Diskriminatif: Strategi Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Desa Panggungharjo.” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan 4 (2020). https://doi.org/10.14421/jpm.2020.041-02.

Syamsuddin, Sahiron. Hermeneutika al-Qur’an dan Hadis. Yogyakarta: ELSAQ Press, 2010.

Al-Syawkānī. Nayl al-Awṭār. Cairo: Dār al-Ḥadīth, 1431 H.

Wolf, Naomi. Mitos Kecantikan: Kala Kecantikan Menindas Perempuan. Yogyakarta: Niagara, 2004.

Yosiana, Meriska. “Representasi Standar Kecantikan Perempuan Indonesia yang Tercermin di dalam Film Imperfect (Pendekatan Hermeneutika J. E. Gracia).” Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 5 (2022).




DOI: 10.24235/diyaafkar.v13i1.19980

Article Metrics

Abstract view : 5 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


       

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.