STUDI KOMPARASI MODEL DISKUSI DENGAN MODEL BLENDED LEARNING DI JURUSAN TADRIS IPS FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Euis Puspitasari(1*), Ratna Puspitasari(2),


(1) 
(2) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Tadris IPS IAIN Sheikh Nurjati is a department that is developed over time in addition to the other majors. As part of IAIN Sheikh Nurjati, in order to the UIN based research requires a lot of improvement especially learning model in accordance with developments in the global era. There are still many professors who use the media, models and learning resources that discussion requires critical thinking to use research-based education andragogik. On the other side is phobia among students TIPS when hearing research based learning though in fact they are not. The problem in this research is how the model comparison discussion Blended Learning For Model-Based Application of Learning Research at the Department IPS IPS Tadris Tarbiyah and Teaching Faculty IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. This study uses quantitative methods to the study of comparative research that is comparing models with blended learning discussion. Inidilakukan study to compare the similarities and differences discussions with blended learning with the facts and the properties of objects in meticulous researcher based framework. In this study, the variables are still independent but to sample more than one or in a different time. Learning IPS using blended learning models to improve communication with students with learning experiences that are higher than using a learning discussion. This provides space and flexibility for students and faculty to communicate more freely so as to provide space constructing ideas and add to the learning experience at a higher level. The results of the study in groups using blended learning were higher compared with the control group who did not use a model of blended learning is an excess and the impact of blended learning pengorhganisasian learning experience. 1) The results of tests of hypotheses on the cognitive, psychomotor level afekti and given in the experimental class showed significant differences with the control class; 2) The results of tests of hypotheses on the cognitive level of understanding in the experimental group showed a significant difference with the control class; 3) Hypothesis test results on the cognitive level applying in the experimental class showed significant differences with the control class; and 4) the hypothesis test results on the cognitive level in classroom experiments analyzed showed significant differences with the control class.

 

Keywords: Models, Discussion, Blended Learning

ABSTRAK

Tadris IPS IAIN Syekh Nurjati adalah sebuah jurusan yang cukup lama berkembang di samping jurusan-jurusan lain. Sebagai bagian dari IAIN Syekh Nurjati, dalam rangka menuju UIN berbasis riset membutuhkan banyak pembenahan terutama model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan di era global. Masih banyak dosen yang menggunakan media, model dan sumber belajar yang diskusi membutuhkan pemikiran kritis untuk menggunakan pendidikan andragogik berbasis riset. Di sisi lain terjadi phobia di kalangan mahasiswa TIPS ketika mendengar pembelajaran berbasis riset meski dalam kenyataannya tidak demikian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana perbandingan model diskusi  Blended Learning Sebagai Model Penerapan Pembelajaran IPS Berbasis Riset di Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi  komparatif yaitu penelitian yang bersifat membandingkan model diskusi dengan blended learning. Penelitian inidilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan  diskusi dengan blended learning dengan fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka pemikiran peneliti. Pada penelitian ini variabelnya masih mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda. Pembelajaran IPS dengan menggunakan model blended learning dapat meningkatkan komunikasi dengan mahasiswa dengan pengalaman belajar yang lebih tinggi daripada dengan menggunakan pembelajaran diskusi. Hal ini memberikan  ruang dan keleluasaan bagi mahasiswa dan dosen untuk berkomunikasi lebih bebas sehingga mampu memberikan ruang pengkonstruksian ide-ide  dan menambah pengalaman belajar pada tingkat yang lebih tinggi. Adapun hasil belajar pada kelompok yang menggunakan blended learning yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan model blended learning merupakan sebuah kelebihan dan dampak dari pengorhganisasian pengalaman belajar blended learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif, afekti dan psikomotorik  level mengingat di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol; 2) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif level memahami di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol; 3) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif level menerapkan di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol; dan 4) Hasil uji hipotesis pada ranah kognitif level menganalisa di kelas eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dengan kelas kontrol.

Kata kunci: model, diskusi, blended learning


Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Amin. 2012. Islamic Studies di PerguruanTinggi : Pendekatan Intergratif-Interkonektif. (h.88-89). Yogyakarta : PustakaPelajar.

Abdullah, Shodiq. 2001. “ RekonsiliasiEpistemologi : Ikhtiar Mengatasi Dikhotomi Ilmu dalam Pendidikan Islam” (h.27) dalam Ismail SM. dkk (2001), Paradigma Pendidikan Islam. Yogyakarta :Pustaka Pelajar.

Al-Quzwaini, Muhammad bin Yazid Abu Abdullah. 1967. Sunan Ibnu Majah. Beirut: Dar al-Fikr, tth. Jilid 1, Hadis No. 220.

Amal, Ichlasul. 1999. Pengembangan Pendidikan Agama Islam dan Kajian Agama di Perguruan Tinggi, dalam Fuaduddin dan CikHasan Basri (ed), Dinamika Pemikiran Islam di Perguruan Tinggi : WacanaTentang Pendidikan Agama Islam (h.113) Jakarta : Logos Wacana Ilmu.

Amal, Ichlasul. 1999. Pengembangan Pendidikan Agama Islam dan Kajian Agama di Perguruan Tinggi, dalam Fuaduddin dan Cik Hasan Basri (ed), Dinamika Pemikiran Islam di PerguruanTinggi : Wacana Tentang Pendidikan Agama Islam, (h. 61-62). Jakarta : Logos WacanaIlmu.

Arifin, Zainal. 2009. Penelitian Pendidikan Model dan Paradigma Baru (h.46). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Atho’ Mudzhar. 2006. Tantangan Dosen danPemuka Agama di Masa Depan, dalam Mudjia Rahardjo (ed), Quo VadisPendidikan Islam : Pembacaan Realitas Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan (h.22), Malang : UIN Malang Press.

Azra, Azyumardi. 1999. Pendidikan Islam : Tradisi dan Modernisasi Menuju Meilenium Baru (h.17-23). Jakarta : Logos Wacana Ilmu.

-------. 1999. Esei-Esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam (h.123 dan 129), Jakarta : Logos Wacana Ilmu.

-------, .1999. Pendidikan Islam : Tradisi dan Modernisasi Menuju Meilenium Baru h.170, Jakarta : Logos Wacana Ilmu.

Banathy, Bela H. 1991. Systems Design of Education. A Journey to Create the Future. (p. 221). Englewood Cliffs,NJ: Educational Technology Publications

Borg, W.R. and Gall, M.D. 1983. Educational Research: An Introduction. (p.20-33) London: Longman, Inc.

Darmadi, Dadi. 2014. IAIN dalam Wacana., dalam http://www.ditpertais. net/artikel/dadi01.asp, diakses pada13 Mei 2014.

Darmadi, Dadi. 2014. IAIN Dalam Wacana Intelektual Islam Indonesia, dalam http ://www. ditpertais. net/artikel/dadi01.asp 13 Mei 2014.

Darmadi, Dadi. 2014. IAIN dalam Wacana Intelektual Islam Indonesia, dalam http://www. ditpertais. net/artikel/dadi01.asp, diakses pada 13 Mei 2014

Dick, W. And Carey, L. (1996). The Systematic Design of Instruction. New York: Harper Collin Publishers.

Dwiyogo,Wasis. 2010.Dimensi Teknologi Pembelajaran Pendidikan Jasmani & Olah Raga. (h.45) Malang:Wineka Media.

Effendy, Bahtiar dkk. 1998. ; Pencairan Ketegangan Ideologis” dalam Azyumardi Azra danSaiful Umam (ed), Menteri-Menteri Agama RI : Biografi Sosial Politik,(h. 404-405). Jakarta : PPIM-INIS dan Balitbang Depag RI.

Effendy, Bahtiar dkk. 1998.“Munawir Sjadzali, MA; Pencairan Ketegangan Ideologis” dalam Azyumardi Azra dan Saiful Umam(ed), Menteri-Menteri Agama RI : Biografi Sosial Politik. Jakarta :PPIM-INIS dan Balitbang Depag RI.

Eko, S. 2011. Modal Sosial dan Desentralisasi dan Demokrasi Lokal.

Fadjar, A. Malik. 2006. “Pengembangan Pendidikan Islam yang Menjanjikan Masa Depan”, dalam Mudjia Rahardjo (ed), QuoVadis Pendidikan Islam : Pembacaan Realitas Pendidikan Islam, Sosial danKeagamaan. (h. 65) Malang : UIN Malang Press.

Fadjar, Malik .2006. “Pengembangan Pendidikan Islam yang Menjanjikan Masa Depan”, dalam Mudjia Rahardjo (ed), QuoVadis Pendidikan Islam : Pembacaan Realitas Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan, (h.12). Malang : UIN Malang Press

Faisal Ismail. 1996. Paradigma Kebudayaan Islam : Studi Kritis dan Refleksi Historis (h.29).Yogyakarta : Tiara Wacana.

Fogarty, F. 1991. How to Integrate the Curricula. (p.78-91) Skyligh Publisisng Inc. Polatine 11 lions

Freire,Paulo. 1970. Paedagogy of the Oppressed. (p.221). New York: Herder and Herder

Fuad Jabali dkk .2002. IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia, (h.19) Jakarta : Logos Wacana Ilmu.

Gabel, D.L.(editor). 1999. Handbook of Research on Science Teaching and Learning. A Project of the National Science Teachers Association. (p.160). Macmillan Publishing Company: New York.

Gage, N.L. 1964. Handbook of Research on Teaching. (p. 88) Chicago: Rand McNaIly

Harahap, Syahrin. 1998. “Kiprah Perguruan Tinggi Islam dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Pemberdayaan Manusia di Indonesia dalam Kancah Globalisasi(Pengantar)”(h.89) dalam Syahrin Harahap (ed), Perguruan Tinggi Islam Di era Globalisasi. Yogyakarta : Tiara Wacana.

Ismail, Faisal. 1996. Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis dan Refleksi Historis. (h. 33). Yogyakarta : Tiara Wacana.

Jabali, Fuad dkk,. 2002. IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia. (h.54). Jakarta : LogosWacana Ilmu.

Johnson, David. W. and Frank. P Johnson, (1992) Joining Together Group Theory and Group Skills. 4 th. Ed. (p. 230-235) Englewood Clft., Ny: Prentice Hall.

Joyce, B., Weill, M. 2000. Models of Teaching. (p.62-67) Boston: Allyn and Bacon

Kuntowijoyo. 1998. Paradigma Islam : Interpretasi untuk Aksi, (h. 341-342). Jakarta : Mizan. cet. IIII.

Mudzhar, Atho’. Tantangan Dosen dan Pemuka Agama di MasaDepan, dalam Mudjia Rahardjo (ed), Quo Vadis Pendidikan Islam :Pembacaan Realitas Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan. Malang : UINMalang Press, 2006.

Muhammad bin Yazid Abu Abdullahal-Quzwaini, Sunan Ibnu Majah, (Beirut: Dar al-Fikr, tth), Jilid 1, Hadis No. 220 h. 91.

Meuleman, Johan Hendrik. 2014. IAIN Di Persimpangan Jalan, dalam http://www. ditpertais. net/artikel/ meuleman01.asp diakses pada 13 Mei 2014

Putra, Nusa. 2012. Research & Development. Depok : PT Raja GrafindoPersada.

Shodiq, Abdullah. 2001.“Rekonsiliasi Epistemologi : Ikhtiar Mengatasi Dikhotomi Ilmu dalam PendidikanIslam”, (h. 103-104) dalam Ismail SM. dkk (ed), Paradigma Pendidikan Islam, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2001), h. 103-104

Sugiyono. 2008. Model Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. (h.12-33). Jakarta : Alfhabeta

Sugiyono. 2011. Model Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. (h.44-46) Jakarta : Alfhabeta

Sugiyono. 2007. Model Penelitian Administrasi. (h. 27-29) Bandung : CV ALFABETA

Sugiyono. 2007. Model Penilaian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R/D). (h. 33-34). Bandung: Alfabeta.

Sujadi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. (h. 22). Jakarta. Rineka cipta

Sukmadinata, Nana Sy. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. (h.55) Bandung: Kesuma Karya

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Model Penelitian Pendidikan. (h. 75-77) Bandung: Rosdakarya

Suprayogo, Imam. 2009. Universitas Islam Unggul : Refleksi PemikiranPengembangan Kelembagaan dan Reformulasi Paradigma Keilmuan Islam, (h. 41). Malang: UIN-Malang Press.

Suryabrata, Sumadi. 2000. Metodologi Penelitian. (h. 33) Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Syahrin Harahap. 1998. “Kiprah Perguruan Tinggi Islam dalam Pengembangan IlmuPengetahuan dan Pemberdayaan Manusia diIndonesia dalam Kancah Globalisasi (Pengantar)”, dalam Syahrin Harahap(ed), Perguruan Tinggi Islam Di era Globalisasi, (h. ix) Yogyakarta : Tiara Wacana.

Truckman, Bruce W. 1972. Conducting Educational Research. (p: 78-120). New York Chicago San Fransisco Atlanta: Harcourt Brace Jovanovic. Inc.




DOI: 10.24235/holistik.v1i2.1121

Article Metrics

Abstract view : 602 times
PDF - 439 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


30

 

30

30